Strip Dance: Las Vegas vs Utara Semarang


Perhatian: Sebagian orang mungkin terganggu dengan artikel dibawah ini.

female stripperKemana tujuan Anda kalo backpacking atau traveling ke luar negeri? Bar, shopping center, bangunan bersejarah, atau menikmati alam bebas? buat saya itu sudah biasa! Nah, bagaimana kalo kita sekali-sekali mampir ke Strip Club, nonton cewek-cewek atau cowok-cowok setengah telanjang (atau bahkan telanjang)  meliuk-liukan badanya yang super sexy persis di depan mata Anda. Ya inilah The Strip Club, then…

ENJOY THE SHOW!

Beberapa bulan yang lalu seorang teman baru aja pulang backpacking dari Las Vegas, Nevada Amerika. Dia cerita tentang pengalamanya pergi ke salah satu Strip Club di sana. Katanya, di Las Vegas setiap Strip Club  dibagi menjadi dua, Women Strip Club dimana penarinya adalah laki-laki dan Men Strip Club dimana penarinya adalah perempuan. Women Strip Club dikunjungi oleh para wanita kantoran yang ingin melepas lelah setelah bekerja dan beberapa kaum gay. Sedangkan di Men Strip Club kebalikannya, club ini khusus untuk pria dan kaum lesbian. Untuk masuk ke Men Strip Club setiap tamu harus membayar US$50 untuk public sexy show. Di dalam kelas ini, setiap tamu akan duduk mengelilingi sebuah panggung kecil yang didalamnya ada sexy dancernya. Si sexy dancer akan berjoget selama kurang lebih 30 menit mengikuti dentuman musik dari DJ. Di dalam satu ruangan ada kurang lebih 20 panggung kecil dan untuk satu penari bisa dikelilingi oleh 12 hingga 20 tamu! Yang bikin heboh, para penari ini menggunakan pakain yang sangat-sangat kurang bahan – bra dan g-string.

Ada juga pilihan menonton secara private. Di kelas ini disediakan private sexy show dimana kita bisa menonton secari pribadi para gadis-gadis dengan wajah ‘mupeng’ meliuk-liukan badanya, mendekatkan dadanya, sampai ngangkang persis di depan mata kita! Untuk 30 menit pertunjukan tamu wajib membayar sekitar US$100! Keuntungannya, di kelas ini kita bisa memilih gadis dengan berbagai tipe, mulai dari yang putih, hitam, blonde, atau yang lain. Yah, Kembali ke prinsip ekonomi, ada harga ada rupa.

Hebatnya di Men Strip Club adalah setiap stripper (panggilan buat para gadis penari) benar-benar dilindungi oleh hukum! Jangan harap kita bisa asal sentuh penari yang sedang meliuk-liukan badanya atau sekedar ‘ngelaba‘ dengan memberi saweran atau kita bisa dipenjara dengan tuduhan ‘sexual harassment’. Di setiap sisi ruangan dijaga oleh satu body guard yang siap menangkap tamu yang ‘nakal‘. Bahkan, di setiap panggung selalu diberi rantai pembatas dengan tulisan ‘Don’t touch the dancer‘.

Berbeda lagi dengan Women Strip Club, disini semua lebih terbuka…apa maksudnya? Bermodalkan rasa penasaran, teman saya yang kebetulan pria tulen ini mengunjungi Women Strip Club. Katanya, setiap pria yang male strippermasuk ke sana secara otomatis akan di cap sebagai kaum homo sexual alias gay, jadi jangan heran kalo kita (cowok) tiba-tiba di colek-colek sama cowok lain…hiiiiii! Disini cuma ada satu panggung utama yang membentuk huruf “T” dan dalam satu panggung ada 5 hingga 8 penari yang bergantian menunjukan tubuh six pack nya. Setiap penari disini memainkan karakternya masing-masing, ada yang berpura-pura menjadi pahlawan dalam komik Amerika, polisi, cowboy, dan pemadam kebakaran. Yang paling ditunggu di Women Strip Club adalah sexy wet dancing dan sexy fire dancing dimana para penari akan mulai melepas baju dan celana hingga cuma menggunakan celana dalam super ciut alias G-String dengan disiram air atau bermain dengan api.  Disini para tamu diperbolehkan, meraba, mencolek, bahkan mencium para stripper…kok gitu 😦

Nah, kepengin ngikutin jejak temen saya yang udah nonton Strip Club dengan cewek-cewek super sexy dan cantik di Las Vegas, saya pun mulai mencari informasi tentang Strip Club di Indonesia. Beberapa teman di milis menyarankan untuk pergi ke Utara Semarang (demi keamanan, saya tidak menyebutkan alamatnya). Kebetulan, tiga orang teman di milis tinggal di Semarang dan bersedia menemani nonton…asik! Sesampainya di lokasi, yang ada bukannya strip club tetapi diskotik pinggiran. Ternyata tempat strip club tersebut berada di bagian paling belakang yang emang benar-benar tertutup dan terpisah dari gedung diskotik. Disanalah, show tersebut di gelar. Ketika kita sampai, para tamu dihibur oleh para penari jaipong yang memakai make-up ala kadarnya (ada yang bedaknya tebel banget) dangan diiringi musik dangdut koplo. Setelah jam menunjukan pukul 00:00, the show begins! Ternyata para penari tersebut mulai melepas kebayanya satu per satu hingga benar-benar telanjang. Alhasil para pengunjung yang sebagian mabuk, mulai teriak-teriak dengan muka mupeng hebat.

Harapan lihat gadis-gadis cantik pupus, ternyata yang menari bugil adalah para mbok-mbok penjual jamu yang berjoget (sok) sexy dan (sok) asik padahal..tante-tante merangkap jadi satpam! Asli, para penari-penari tersebut bener-bener ancur: setengah tua, bogel, make-up super tebel, perut buncit, dan maaf..perut penuh gelambir! Kejutan belum sampai disitu. Setelah heboh menari, para penari mbok-mbok tadi langsung bermain debus! Ada yang makan api, kunyah gelas, bahkan main golok. Hahaha! Selama pertunjukan malah nggak ada ‘panas-panasnya’ salain…..serem!



Advertisements

2 thoughts on “Strip Dance: Las Vegas vs Utara Semarang

  1. I’m extremely impressed with your writing skills and also with the layout on your weblog. Is this a paid theme or did you modify it yourself? Anyway keep up the nice quality writing, it’s rare to see a nice blog like this one today.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s