Si perawan Derawan


Pulau DerawanPertengahan Januari 2011 kemarin saya beserta empat teman saya berkesempatan buat backpacking ke empat dari enam gugusan pulau di kepulauan Derawan, yaitu Pulau Derawan, Pulau Sanglaki, Pulau Kakaban dan Pulau Maratua. Tentu saja dengan tidak melewatkan salah dua kegiatan yang wajib di lakukan disana, scuba diving dan snorkeling. Kita berempat berangkat dari Jakarta pukul enam pagi dan tiba di Tarakan pukul 11 sebelum dilanjutkan menuju ke pelabuhan Tengkayu. Dengan menggunakan speedboat dari Tengkayu, kami langsung menuju ke penginapan apung yang terletak di Pulau Derawan. FYI, Pulau Derawan merupakan meeting point untuk segala macam losmen dan resort.  Untuk kelas losmen semalamnya Rp100.000 plus pemandangan yang super kuereeeen! Gimana nggak, kita buka jendela, langsung laut, kita keluar ke teras losmen langsung laut. Nah, ada lagi penginapan di Maratua, lebih jauh sih, yang permalamnya Rp150.000. Untuk resort di Pulau Derawan tarif permalamnya dimulai dari USD$40 udah full board.

kepulauan Derawan terletak di kabupaten Bereau, Kalimantan Timur. Kepulauan Derawan sendiri terdiri dari enam gugusan pulau yaitu Pulau Derawan, Pulau Sangalaki, Pulau Kakaban, Pulau Maratua, Pulau Panjang, Pulau Samama, serta beberapa pulau kecil dan gugusan karang lainnya. Kepulauan Derawan merupakan salah satu wilayah konservasi laut karena disini kita masih bisa menemukan penyu hijau langka dan berbahaya. Bagaimana dengan surga bawah lautnnya? Jangan sedih, Kepulauan Derawan merupakan salah satu spot diving terbaik di dunia! Bawah lautnya aja menyimpan 460 jenis karang yang tumbuh subur.

Bagaimana dengan pantainya? pertama kali saya kesana, saya berasa sedang tidak berada di Indonesia, malah rasanya kayak di Maldives atau kepulauan Karibia. Pasir lautnya bener-bener putih, bersih dan jarak daratan dari pantai cukup jauh, sedaaaaap! Kalo kita berkunjung ke pantai di Pulau Sanglaki, kita akan ditemani oleh para penyu yang siap atau sedang menetaskan telurnya. Dimana lagi kita bisa berenang bebas bareng penyu kayak gini? Air lautnya pun sangat biru bahkan visibilitinya bisa mencapai 30 meter dari permukaan laut. Kalo sedang di Pulau Derawan, bangunlah pagi-pagi sekitar pukul 6, pada saat itu gradasi air lautnya sangat sempurna, dari biru muda ke biru tua.

Pagi-pagi sekali setelah selesai makan pagi dengan indomie rebus plus telur, saya dengan keempat teman saya siap-siap buat hopping island sekalian mau diving. Lokasi diving pertama saya adalah Pulau Derawan. Kebetulan hari itu air lautnya sangat tenang cocok buat boat cruise maupun diving. Sepanjang perjalanan saya ditemani oleh lagu fly me to the moon dari Frank Sinatra, cieeee! sayang saya masih jomblo akut! Setelah sampai di titik penyelaman saya dan keempat teman saya langsung nyebur. Terumbu karangnya bener-bener cantik. Di Pulau Derawan inilah surganya Derawan Jetty dan Chevron Barracuda. Sampe-sampe nih jarak pandang saya sangat pendek gara-gara ada ribuan Derawan Jetty dan Chevron Barracuda berenang  menghalangi pandangan saya. Tidak lama kami menyelam, hujan pun turun dan ini merupakan pengalaman pertama saya diving ketika hujan. Awalnya, saya kira pemandangan bawah laut bakal gelap karena hujan tapi malah visibilitynya semakin terang di bawah sana dan semakin cantik!

Setelah hujan agak reda, kami langsung menuju ke Pulau Sanglaki. Tujuan kita kesana mau lihat giant manta ray atau ikan pari yang super guede. Karena terkenal dengan ikan parinya, Pulau sanglaki disebut juga Capital of Manta! Setibanya kami disana, kami bertemu dengan beberapa bule dari Australia yang kecewa karena nggak ketemu-ketemu sama ikan pari raksasa setelah beberapa hari diving, kasihan. Setelah menerima briefing singkat dari guide kami, kami langsung menyelam dengan perasaan was-was, takut nggak ketemu giant manta ray. Eh ternyata, si giant Manta RaysManta Ray moodnya lagi bagus hari itu, tidak lama kami menyelam, guide kami memberi tanda dengan mengepalkan tangannya dengan menunjuk ke atas. Tiba-tiba pemandangan diatas saya jadi gelap, saya pikir ada kapal lewat, eh ternyata ada giant manta ray berenang diatas kepala saya. wooalaah! emang guede bener. Badan super lebar dangan perut warna putih, mulut mangap-mangap yang lebar juga, dan sayap yang lebar jangkauannya mencapai 6 meter, kita berasa dipeluk oleh giant manta ray! Kata guide kami, giant manta ray yang kami lihat tadi belom apa-apa, masih ada yang lebih besar, hah?! Sepanjang perjalanan kami menuju ke Pulau Maratau, kami dilewati oleh banyak ikan pari yang ukurannya lebih kecil berenang melewati kapal kami.

Di Maratua, kami kembali menyelam. Maratua atau disebut Big Fish Country memang ikan-ikannya berukuran lebih besar dibanding di Derawan atau di Sanglaki. Nah ketika kami menyelam disini kami bertemu dengan Bottlenosed Dolphin yang berenang mengitari kami. Sekali lagi kita beruntung! hehehe

Lanjut ke Pulau Kakaban. Hopping island di Kakaban kami lakukan pada hari kedua, soalnya badan rasanya mau lepas satu-satu nggak kuat seharian muterin semua pulau di Derawan.  Di Pulau Kakaban ini terkenal dengan giant jellyfish atau ubur-ubur raksasa yang tidak menyengat. Yang Si Cendol-Jellyfishunik adalah, di Indonesia cuma bisa ditemui di sini dan jumlahnya sangat sedikit di dunia! Berbeda dari pulau-pulau sebelumnya, di Kakaban terdapat sebuah danau yang terbentuk jutaan tahun yang lalu yang disebut Danau Kakaban. Ketika saya berenang di Danau kakaban rasanya saya sedang berada di planet lain kerena tebing-tebing batu yang menjulang tinggi dan air danaunya yang hijau. Nah di danau ini pula ada banyak jellyfish atau ubur-ubur. Sedikit geli sih berenang bareng ubur-ubur yang badanya kayak jelly dan jumlahnya yang buanyak banget. Sampe-sampe nih kita berasa seperti berenang diantara cendol!

Satu yang disayangkan, backpacking ke Kepulauan Derawan seperti nggak backpacking! gila, mahal banget! Kalo mau kesini, mulai deh nabung dari sekarang 🙂

Advertisements

3 thoughts on “Si perawan Derawan

  1. pak, kalau naek boat ke derawan harus pesan dulu atau bisa langsung ambil di pelabuhan? juga gimana dengan hotelnya? bisa langsung dapat tanpa booking? thanks buat infonya

    • Boat sudah tersedia di tanjung batu. Tanjung Batu-Derawan sekitar 20 menit, sewa boat waktu saya kesana 400rb. Hotel bisa langsung check-in ketika datang, pilih dari yang rate wisma sampai rate resort yang pake Dollar dan Euro

  2. Menarik banget nih pengen kesana. Info lengkap plis untuk budget nya misalnya harga tiket kapal, hotel, harga rata2 makanan disana dan biaya untuk diving or snorkeling. Thanks before yaa

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s