Hormat sebelum nonton!


*Mulai dari tulisan ini sampai tulisan edisi Thailand dan Kamboja selanjutnya, tidak akan ada foto asli karena kamera pocket saya baru saja saya amal zakat kan kepada copet yang membutuhkan!

Siam Paragon CineplexDasar saya aja yang suka aneh-aneh, disetiap perjalanan harus ada yang unik termasuk pergi ketempat yang tergolong unik. Syarat tempat yang unik buat saya adalah belum pernah saya temukan atau kunjungi sebelumnya, memacu adranalin, bikin saya ketawa, atau malah bikin saya nangis, susah ya? Tips buat para backpacker pemula, jangan pergi ketempat-tempat yang biasa-biasa aja atau mencoba hal-hal yang biasa-biasa aja. Dijamin perjalanan bakal ngebosenin dan nggak ada hal yang bisa disombongin ke temen-temen kalo lagi cerita. Seru aja gitu kalo kita bisa cerita sambil bilang “Gue dong pernah…..loe pasti belom pernah kan?

Satu lagi hal (yang menurut saya) unik yang sudah saya lakukan, yaitu nonton bioskop di Thailand. Apa uniknya? Tunggu sebentar. Selama tiga hari saya di Bangkok, saya cuma ‘disekap’ di hotel untuk mendengarkan orang presentasi, duh bosen kan? Akhirnya di hari kedua, Saya berhasil membujuk seorang teman yang merupakan peserta presentasi untuk kabur keliling Bangkok. Kemudian, kami menyusun waktu yang pas buat minggat dari hotel. Setelah perbincangan yang panjang selama sesi presentasi, kami memutuskan untuk keliling ke Siam Square yang merupakan pusat belanja modern di Bangkok dan kebetulan cuma 15 menit dari hotel kami. Kami memilih pergi ke Siam Square karena mengingat waktu kami yang sangat pendek dan belom lagi nanti di hayo-hayoin sama tour guide kami. Di sana pun kita nggak tau mau ngapain, secara mau makan udah kelewat kenyang sama makanan hotel, mau nge bir di hotel tinggal ngangkangin kaki langsung dapet bir dingin gratis..duh! Akhirnya kita memutuskan untuk jalan aja tanpa punya tujuan yang jelas. Dari hotel kami menuju ke Siem Station dan dhuuuuuuuuuaaaaaaar! Bingung mau ngapain!

Di Siam Square adanya ya cuma butik-butik branded merek international, restoran, mall, dan hotel. Tapi jangan salah walaupun termasuk district yang lumayan padat tapi trotoarnya enak banget buat jalan, lebar dan licin. Disana mau duduk-duduk sambil ngecengin orang lewat juga enak, mau jajan tinggal pilih, mau menginap di hotel berbintang juga tersedia, mau belanja silahkan cari dari yang berdiskon sampe yang bikin kantong anda nyesek juga ada. Karena bingung mau ngapain lagi, akhirnya kita memutuskan buat pergi ke Siam Paragon yang merupakan mall yang cukup tenar disana. Siam Paragon nggak jauh beda sama mall-mall di Jakarta, apalagi dari kelakuan orang-orangnya yang seneng nongkrong di restoran-restoran cepat saji. Siam Paragon ini bangunannya cukup menarik dan didepannya pun ada pelataran khusus buat pejalan kaki yang cukup luas. Beda banget sama mall-mall di Indonesia, kita keluar mall biasanya langsung jalan gede atau parkiran. Hal yang paling menarik buat saya adalah arsitektur bentuk eskalatornya. Ada banyak banget eskalatornya yang meyambungkan satu lantai ke lantai lainnya. Kalo kita nggak biasa, kita bakal bingung mana eskalator buat naik dan mana yang buat turun. Uniknya lagi, ada beberapa main escalator yang dibagi menjadi dua jalur, jalur cepat dan jalur leha-leha. Kalo kita lagi keburu, kita pakai yang jalur cepat tapi kalo lagi santai dan pingin ongkang-ongkang di eskalator kita bisa pakai jalur yang lambat. Buat membunuh waktu, saya dan teman saya satu ini mencoba semua eskalator yang ada di Siam Paragon. Dari mulai naik terus turun lagi, naik lagi turun lagi dan begitu seterusnya. Eh, temen saya mau aja diajak bego-begoan kayak gitu…hehehe!

Karena udah capek naik-turun eskalator, keluar-masuk toko merek internasional yang pada akhirnya nggak beli apa-apa, akhirnya kita memutuskan buat nonton bioskop. Penasaran aja gitu gimana rasanya nonton bioskop di luar Negeri, belum pernah soalnya. Kita menuju ke Siam Paragon Cineplex. Tiket nonton bioskop disini cukup murah (buat standar bioskop Jakarta ya) sekitar US$5.5 masih dapat popcorn mini gratisan lagi. Seperti teater lainnya, Siam Paragon Cineplex ini berafiliasi juga dengan Cineplex asing. Kalo dari bentuknya sih Siam Paragon hampir mirip XXI di Indonesia. Bedanya, Siam Paragon Cineplex ini keren banget! Disini ada 14 teater yang selalu padat di musin liburan dan weekend, ada juga IMAX yang dari brosur yang saya baca merupakan IMAX teater pertama di Thailand dengan storeys-high crystal clear image 3D! Belum lagi ada Nokia Ultra Screen yang menggunakan layar yang super besar sehingga menghasilkan gambar yang memukau. Kalo mau nonton Nokia Ultra Screen ini pengunjung disediakan boot khusus buat spa dan pijat gratis selama menunggu filmnya mulai!

Dikarenakan duit mepet dan niatnya cuma iseng, kita berdua akhirnya nonton di teater yang standar. Filmnya sih kebanyakan film jepretan Hollywood (eh iya transformer 3 udah tayang loh disini!) tapi ada juga beberapa film lokal. Walaupun lokal, tetep aja kerjasama sama produser Amerika…blah! Mungkin itulah kenapa, film-film Thailand banyak yang sukses go international bahkan beberapa sampai tayang di Indonesia, kan? Saya dan teman saya memilih untuk nonton film lokal dengan pertimbangan bakal unik aja nonton film lokal di Negara aslinya. Celakanya, judul semua film lokal disini menggunakan bahasa Thai yang kriting-kriting. Kalo ada bahasa Inggrisnya pun, paling cuma kata ‘love’. Akhirnya kita main tebak-tebak buah manggis dengan melihat gambarnya. Kalo gambarnya orang lagi melotot dan ada hantunya berarti itu film horor. Nggak mungkin kan ada hantunya tapi film cinta-cintaan? Nah yang paling susah ya kalo gambarnya nggak jelas antara drama atau komedi. Pilihan kita akhirnya jatuh pada gambar seorang cewek yang lagi dorong sepeda diikutin dua cowok dibelakangnya yang judulnya kurang lebih #%%$$%$$%$%$ yang kalo diartikan dalam bahasa Indonesia adalah @#@#@#@#@#@#! Kalo kalian tanya, kenapa nggak nonton film horor aja, kan Thailand terkenal dengan film horornya? Perlu diketahui, setan Thailand itu seremnya nggak kira-kira masak muka benyek-benyek sambil bedarah-darah gitu ikutan syuting, sih?

Tidak lama setelah kita dan beberapa penonton duduk, datanglah dua orang polisi berseragam lengkap berdiri di depan layar. Orang-orang di kanan-kiri dan atas-bawah saya mulai berdiri satu-satu. Loh, loh, loh ini pada mau ngapain, pulang? Kan filmnya belum mulai. Perlahan-lahan layar di depan kami menampilkan wajah raja mereka diiringi lagu kebangsaan Thailand dengan kualitas Double Surround Sound, bayangkan! Belom selesai kita terbengong-bengong, tiba-tiba orang-orang di sekililing kita langsung pada hormat, glek! Ini pada mau ngapain coba? Oalah mereka ternyata memberi hormat kepada sang raja. Takut dikatain menghina dan nantinya malah ditangkap sama si polisi yang badanya segede bagong, kita akhirnya ikutan hormat sambil berusaha nahan ketawa. Gimana nggak ngakak mau nonton film wajib hormat dulu, bow! Berasa kayak jaman sekolah aja, yang nggak hormat ketika upacara bendera bakal dihukum seharian. Sebelum berangkat ke Thailand sih, seorang temen bilang kalo Thailand itu Negara yang sangat menghormati rajanya. Sampe-sampe nih kalo ada gambar raja mereka di jalan, kita nggak boleh ketawa, ngobrolin tentang raja, bahkan mengambil foto di depan gambar raja karena dianggap menghina dan hukumannya adalah penjara, hah?

Selama film berlangsung kita akhirnya nggak ngerti apa-apa. Kalo orang-orang ketawa, kita juga ikut ketawa. Kalo mereka bilang ‘ouwwwwwwhhhhhh’, kita juga ikut bilang ouwwwwwwhhhhhh’. Setelah film berakhir, saya bisa menyimpulkan itu adalah film drama komedi yang menurut saya nggak ada lucu-lucunya sama sekali.

Advertisements

3 thoughts on “Hormat sebelum nonton!

  1. Bwahahahaha *ngakakguling2* Ampun, dah, Ngga! Huahahahaha! Gila, asyik banget ya Thailand? Eh, tapi menurutku film Indonesia tanpa perlu kerjasama sama produser Amrik pun udah banyak yang bagus kok! Mungkin kita perlu lebih kenceng promosi (dan tentunya mempercanggih visual effect)! (Atau mungkin gwnya yang kebanyakan nonton teen romance-nya Thailand gara2 ada si Mario Maurer~_~’)
    Lu ngapain sih di Thai btw? Kok nonton presentasi segala?
    Sorry bout your cam 😦 Padahal saya sudah menantikan jepretan2 dari Thai & Kamboja lhoo. :<

    • Now I’m confused. Are you in some kind of projects in Thailand? I thought you’re merely travelling?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s