Karimun Jawa, a little Derawan


Karimun Jawa

Jika anda sudah termasuk dalam addicted budget traveler atau kalo dalam bahasa yang lebih gampang, orang yang suka jalan-jalan tapi lagi bokek, pasti stress rasanya kalo dalam dua bulan aja nggak ada rencana perjalanan. Nah, itu saya alami sebulan sebelum kebarangkatan saya ke Thailand dan Kamboja. Setelah itu mau ngapain? kluntang-klantung di kampus? Nggak banget deh! Biasanya kalo sudah begitu saya langsung browsing di internet mencari tempat-tempat yang cocok di kunjungi. Setelah cari sana-sini, eh seorang temen di milis backpackerindonesia ada yang nge-post ceritanya dari Karimun Jawa. Tanpa panjang lebar, langsung saya kirim Broadcast message ke beberapa teman saya di Jakarta untuk berangkat ke Karimun Jawa. Namun sayangnya kebanyakan dari mereka nggak bisa ambil cuti dan ada yang masih kuliah! Masak ke Karimun Jawa sendirian? lebih mahal dong dan pasti garing banget. Nggak kehabisan akal, akhirnya saya bujuk beberapa teman satu angkatan di kampus untuk berangkat. Dan ternyata, saya berhasil menggeret delapan teman saya untuk berangkat! Assiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiik!

Siapa sih yang nggak kenal sama Karimun Jawa? Tempat dengan gugusan pulau-pulau kecil yang tak berpenghuni di utara Semarang ini sempat di gadang-gadang sebagai Derawannya pulau Jawa. Secara keseluruhan, Karimun Jawa memiliki 27 pulau dan hanya 5 pulau yang berpenghuni, yaitu pulau Karimun Jawa/Karimun Besar, Kemujan, Parang, Nyamuk, dan Genting. Dan hebatnya lagi semua pulau itu memiliki pantai yang berpasir putih, ber air biru tenang, dan sepi! yummmmm! Memang sih,

bening banget!!!

kalo mau Karimun Jawa seperti pergi ke pulau-pulau eksotis lainnya di Indonesia, harus pake sengsara dulu. Bayangkan aja, 7 jam perjalanan di kapal kelas ekonomi yang penuh sesak dan pengap. Belom lagi jadwal kebarangkatan kapal yang kadang-kadang berantakan. duh, jadi kalo mau ke Karimun Jawa siap dengan plan B ya seandainya ketinggalan kapal atau tiba-tiba di delay. Kapal yang menuju Karimun Jawa sebenarnya ada dua, pertama menggunakan kapal cepat kartini yang berangkat seminggu sekali dari Semarang dan hanya memakan waktu dua jam tapi lebih mahal. Kedua, menggunakan kapal ferry dari Jepara yang memakan waktu hampir 7 jam itupun kalo ombaknya bagus…gleeeeeek! Karena pertimbangan biaya, akhirnya kami ber sembilan memilih menggunakan kapal ferry dari Jepara yang bau amis dan pengap. Nggak papa deh ya, cuma 7 jam kok, cuma 7 jam!

Sesampainya di Karimun Jawa yang ada kita semua berdecak kagum. Walaupun saya sudah kesana pada 2010 yang lalu dan sudah ke beberapa pulau seperti Bunaken, Wakatobi, dan Derawan, tapi namanya pulau dengan pantai sepi dan ber air biru selalu membuat saya jatuh hati. Dermaga di Karimun Besar aja bener-bener biru tanpa ada tumpahan minyak dari kapal sama sekali. Bahkan, visibiliti kedalaman lautnya bisa mencapai 30 meter. Yang paling saya suka dari Karimun Jawa adalah gradasi air lautnya. Dari pinggir airnya berwarna biru muda, semakin ketengah berwana biru bercampur dengan warna hijau toska…mantap! 4 hari di Karimun Jawa kita habiskan dengan snorkeling, snorkeling, dan snorkeling. Pertamanya sih saya pengen diving tapi karena tidak semua temen berani buat diving, akhirnya kita putuskan semuanya untuk snorkeling.

Hari kedua di Karimun Jawa, langit bener-bener biru cocok buat snorkeling. Setelah makan pagi dengan indomie goreng dan sotong segede gaban, kita langsung menuju ke kapal yang akan membawa kita keliling pulau. Hari ini kita akan menjelajahi pulau-pulau kawasan Barat yang antara lain, Cemara Kecil, Cemara Besar, Menjangan kecil, dan Menjangan Besar. Tujuan pertama kita adalah Cemara Kecil untuk perkenalan dengan alat-alat snorkeling dan cara menggunakannya. Nggak ada yang menarik dari Cemara Kecil, tapi airnya yang dangkal dan ombaknya yang tenang sangat cocok buat berlatih snorkeling. Awalnya sih pada ragu, apalagi setelah menggunakan snorkel dan fin. Tapi setelah di bawa ke pulau-pulau berikutnya dengan kedalaman yang lebih dalam dan terumbu karang yang lebih eksotis, langsung pada sombong nggak mau mentas! Di kawasan barat ini, yang terumbu karangnya paling subur adalah Menjangan Besar. Terumbu karangnya bener-bener terjaga. Bentuknya pun bervariasi ada yang seperti bola, seperti otak manusia, seperti kembang kol, dan lain-lain…kereeeeeen! Namun sayangnya yang bikin Menjangan Besar sedikit berbahaya adalah bulu babinya yang banyak bener. Jadi ati-ati aja kalo lagi snorkeling disana jangan sampai tersengat bulu babi, amit-amit!

Pulau cakep kedua buat saya adalah Pulau Kecil yang ada di wilayah timur. Eksplore kawasan timur kami lakukan pada hari ketiga. Aktivitas kita disana apalagi kalo bukan snorkeling sampe bego! Terumbu karang di pantai kawasan timur ini jauh lebih kaya, subur, dan bervariasi daripada di wilayah barat. Ikannya pun bermacam-macam jenisnya, apalagi di Pulau Kecil. Ada batfish, clown fish, zebra fish, baracuda.

nih yang pada kecanduan snorkeling πŸ™‚

Bahkan saya sempat bertemu dengan manta ray waktu saya snorkeling di Pulau Tengah, walaupun tidak sebesar yang saya temui di Derawan sih. Ikan-ikan itu bener-bener ramah dan super cuek. Ketika kapal kita mendekat ke spot snokeling, eh mereka langsung ngerubung aja gitu. Belum lagi ketika kita berenang sambil memberi makan, mereka menggerombol disekitar kita…geli! Lihat pemandangan kayak gini, delapan teman-teman saya yang tiba-tiba jago snorkeling ini, langsung dong bergaya layaknya diver profesional. Ada yang bergaya duck dive dan bahkan ada yang langsung lepas life jacket! kereeeeeeeeeeeeeeeen!

Bagaimana Karimun Jawa dimalam hari, saya bilang Karimun Jawa dimalam hari itu best copy nya Wakatobi, bintang bertebaran banyak banget di langit malam Karimun Jawa. Belum lagi sorotan sinar bulan yang terpantul oleh air laut menjadikan malam di Karimun Jawa jadi semakin romantis! Bagian favorit saya di Karimun Jawa adalah keramahan penduduknya. Setelah kita selesai snorkeling di Pulau Kecil, pemilik kapal yang kita sewa untuk keliling pulau yaitu Pak Ali, memetikan buah Kelapa langsung dari pohonnya yang tumbuh di sekitar pulau tersebut dan itu gratis loh! Kita boleh minum sampe teler kalo kita mau.

Nah, kalo mau ke Derawan atau Wakatobi tapi tabungan susah berkembangnya, boleh lah Karimun Jawa dimasukkan dalam list perjalanan. Nggak bakal nyesal kok πŸ™‚

Oya, paragraf terakhir ini saya berikan kepada delapan teman saya (eh jarang-jarang loh saya ngasih spoiler kayak gini) yang baru pertama kali menjadi Backpacker tapi udah kayak pernah traveling bertahun-tahun…seru banget mereka dan mereka nggak malu walaupun renang pake pelampung orange yang super ngejreng!

Loli, Joe, Ara, Vici (heeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeei! :D), kuprets, Dian ‘Drogba’, Nyak, dan Jessica (ayo snorkeling lagi! nggak boleh mentas tapinya :D)

Thanks ya udah buat perjalanan kali ini lebih berwarna

Your insanity keeps me insane along the journey…luv you guys! 

nampang dikit ya kaakaaaaaak! πŸ™‚
Advertisements

4 thoughts on “Karimun Jawa, a little Derawan

  1. Oalaaaah, si anak kucing sama Joe alay ke Karimun Jawa itu ternyata berhubungan sama post-mu yang sebelumnya tho? Ck ck ck. Nggak ngajak2 aku ya! Hahahaha. Ayo ayo foto2 lagi!

  2. hmmmm kalo saya suruh pilih Karimun Jawa atau Derawan, saya mungkin pilih Derawan kali ya, tapi kesononya mahal..jadi kalo lagi nggak ada duit tapi pengen lihat best copynya Derawan, bolehlah ke Karimun Jawa πŸ™‚

    hahahaha terima kasih ini buat orangnya atau photonya yah? πŸ˜€

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s