Demi si lumba-lumba


Si lumba-lumba di Teluk Kilauan

Sejak saya kecil saya paling seneng kalo diajak nonton atraksi lumba-lumba. Saya ingat waktu saya kecil dulu saya diajak orang tua saya nonton atraksi lumba-lumba di Seaworld Ancol. Lumba-lumba disana terlihat sangat pintar dan menggemaskan. Ada yang meloncat sambil menari-nari melewati gelang raksasa yang dikelilingi api dan bahkan ada yang bisa ngitung duit, loh! hebat!  Bahkan, saya ingat dulu ada lagu yang judulnya ‘Si lumba-lumba’ yang dipopulerkan oleh Bondan Prakoso. Nah, akhir-akhir ini nggak tau kenapa saya jadi sangat terobsesi dengan lumba-lumba. saya pengen banget berenang atau paling tidak melihat secara langsung lumba-lumba di habitat aslinya, bukan lagi di kolam atau di aquarium seperti di Seaworld Ancol. Seru kali ya lihat lumba-lumba yang masih bebas di habitatnya secara langsung dan apakah mereka juga termasuk lumba-lumba matre yang bisa ngitung duit?

Karena penasaran, saya mulai mengumpulkan informasi tentang keberadaan lumba-lumba di Indonesia. Banyak yang menyarankan saya untuk pergi ke pantai Lovina, Bali. Katanya disana juga terdapat banyak lumba-lumba. Tapi menurut saya pantai Lovina sekarang terlalu komersil. Ada juga yang menyarankan untuk ke Derawan atau Alor. Lagi-lagi saya sudah pernah ke Derawan dan menurut saya ke Derawan atau Alor terlalu mahal hanya untuk melihat lumba-lumba. Iya kalo lumba-lumbanya lagi mood buat nonggol, kalo nggak? khan rugi udah jauh-jauh tapi nggak bisa lihat. Akhirnya, ada seorang teman bilang kalo di Teluk Kiluan merupakan spot terbaik untuk melihat lumba-lumba. Jujur, awalnya saya nggak tau sama sekali ada Teluk di Indonesia namanya Kiluan. Saya pikir Kiluan ada di Ambon atau di Sulawesi tenyata Teluk Kiluan terletak di Lampung Selatan. Nggak jauh-jauh amat dari Jakarta cuma, 2,5-3 jam perjalanan melalui laut. Minimnya informasi tentang Kiluan semakin membuat saya tertantang untuk datang kesana. Untungnya, ada seorang teman di milis yang kebetulan akan berangkat kesana dengan beberapa orang dari Jepang. Woah! semakin semangat dong saya untuk berangkat ke Kiluan. Ya, teman saya dan beberapa orang dari Jepang ini merupakan outdoor photographer (yah akhirnya pergi sama tukang photo) yang jauh-jauh ke Kiluan hanya untuk memfoto lumba-lumba, hah?!     

Saya berangkat dari Semarang menggunakan maskapai penerbangan Sriwijaya Air tujuan Bandar Lampung pada sore hari. Selama kurang lebih dua jam penerbangan plus transit satu jam di Jakarta, tibalah saya di Bandara Radin Inten II Bandar Lampung. Setibanya saya di Bandar Lampung hari sudah malam dan kami memutuskan untuk langsung menuju ke Kiluan malam itu juga untuk bertemu tim yang sudah tiba disana duluan. Selama perjalanan menuju Kiluan tidak ada petunjuk jalan yang menunjukan cara menuju ke teluk itu. Bahkan uniknya, GPS di blackberry saya pun tidak bisa mengenali latitude saya, cakep khan? Akhirnya, kami putuskan untuk turun dari mobil untuk bertanya sama penduduk lokal dan…dhuaaar…tidak ada yang tau dimana itu Kiluan. Jalan sepanjang Kiluan Raya sangat bagus namun bersiap-siaplah ketika memasuki jalan di perkampungan terakhir yang akan menghubungkan dengan Teluk Kiluan. Jalan menuju Kiluan bener-bener curam, becek, dan licin. Gilanya lagi kita melewatinya jam 11 malam loh, saya langsung berasa laki banget nggak sih?! Karena mobil yang menjemput kami di bandara tadi tidak mungkin untuk dibawa ke Kiluan dengan medan yang ekstrim itu, akhirnya kami putuskan untuk menyewa mobil 4×4. Pake mobil 4 wheels aja, mobilnya kadang-kadang masih sering ngesot dan roda terjebak di lumpur, duh!

Sesampainya di Kiluan kami langsung menuju ke Pulau Kelapa (jadi pengen nyanyi lagu Rayuan Pulau Kelapa) yang terletak di sebrang pantai Kiluan dengan menggunakan perahu kayu. Pulau Kelapa adalah pulau kecil di sebrang Kiluan yang sangat cantik dengan pasir pantainya yang putih, air lautnya yang biru dan tebing-tebing terjal yang menjulang tinggi. Di Pulau Kelapa inilah nantinya kami akan menginap dan melihat lumba-lumba. Tepat pukul setengah empat pagi, saya dan beberapa orang bersiap-siap untuk menuju kapal yang akan membawa kami ke dolphin spot. Sambil menunggu kehadiran si lumba-lumba, kami semua terpesona dengan munculnya matahari terbit dari balik tebing-tebing yang menjulang tinggi. Bener-bener cantik banget! Dan saya bilang, inilah pengalaman sunrise terbaik saya. Tidak lama kemudian ketika kami semua masih terpesona dengan sunrise, seorang awak kapal berteriak ‘ SIAP-SIAP ARAH JAM 9’ dan byur…byur..byur… si lumba-lumba sepanjang setengah meter meloncat-loncat dengan gembira. Langsung para penggila photo itu membidikan kameranya ke lumba-lumba. Serunya lagi, lumba-lumba yang muncul tidak cukup satu tapi empat! 

Akhirnya setelah perjalanan dengan medan yang sangat berat terbayar dengan munculnya si lumba-lumba. Walaupun tidak bisa berenang bareng, tapi nggak papa lah ya yang penting bisa lihat langsung. Perlu diketahui, saya termasuk beruntung karena teman-teman saya sudah menunggu lumba-lumba selama dua hari tapi nggak muncul-muncul. Eh, saya yang baru aja tiba langsung bisa lihat..hehehe! Bahkan teman-teman saya berniat tinggal lebih lama disana untuk melihat lumba-lumba lagi, ah saya pulang aja.    

*Tips ke Kiluan, jangan kesana pada malam hari. Pertama, kerena ketika masuk ke Kiluan tidak ada penerangan sama sekali dan kedua medan yang sangat ekstrim. Jika anda terpaksa tiba di Lampung pada malam hari, menginaplah semalam disana dan ambil perjalanan ke Kilauan pada pagi atau siang harinya. Di Kiluan apalagi Pulau Kelapa tidak ada listrik sama sekali, jika anda berniat untuk tinggal, siapkan pencahayaan yang memadahi. 

Advertisements

4 thoughts on “Demi si lumba-lumba

  1. Seumur-umur gua liat lumba-lumba cuma di Ancol jaman kecil dulu. Wah, ck ck ck, perjuangannya gung ho sekali, Ngga. *plok-plok-plok* Itu foto lumba-lumbanya yang di Kiluan kan?

  2. ah dia ancol ternyata ndak ada apa-apanya sama yang di habitat aslinya. Insting mereka masih bagus kalo di alam bebas

    iya itu gambar lumba-lumba di kiluan, yang ambil temenku 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s