Orang Paris galak-galak?


Pemandangan setiap pagi di Paris: orang-orang jalan dengan banquet (roti panjang) dengan cuek

Sekali lagi, jangan percaya omongan orang sebelum kita coba sendiri! Sebelum saya berangkat ke Eropa, banyak teman saya bilang ‘lo hati-hati ya di Paris, orangnya galak-galak abis!’ Ditambah lagi beberapa ada yang bilang kalo orang Paris itu nggak bisa bahasa Inggris dan mereka sangat tidak menghargai orang yang tidak bisa berbahasa Prancis, duh ribet amat mau ke Paris aja. Karena ketakutan itulah saya benar-benar matengin urusan trip saya kali ini. Mulai dari mempelajari peta kota Paris, cara menggunakan Metro, menghafalkan bahasa Prancis, hingga saya nonton film dokumenter tentang kota Paris. Browsing saya lakukan gila-gilaan demi mencari informasi cara menuju ke titik tertentu, sehingga nantinya saya nggak perlu lagi tanya ke orang yang katanya galak-galak itu. Males aja kan, kita tanya baik-baik malah dijawab nyolot, duh.

Hp saya pun tidak kalah heboh, saya download semua aplikasi travel yang bisa mengingatkan saya cara menuju kesuatu tempat tanpa nyasar. Perlu diketahui, saya ini backpacker yang hobinya nyasar, tapi  biasanya dari situlah saya dapat meteri buat diceritakan, hehehe. Benar, semalaman di kereta menuju Paris dari Amsterdam saya grogi hebat. Jam tidurpun jadi kacau, mata selalu fokus susah buat merem, badan merinding, keringat dingin perlahan mangalir, ditambah lagi AC kereta yang super dingin. Pikiran jadi kemana-mana dan penuh dengan rasa kuatir ‘gimana kalo ntar gue nggak tau jalan kesana’ ‘gimana kalo orangnya nggak bisa bahasa Inggris’ gimana kalo ntar gue nggak bisa makan’ ‘gimana kalo gue ntar kesasar terus ilang terus nggak ada yang nolong’ haaaaaaah! Sebagai seorang solo traveler perasaan kuatir semacam itu wajar aja sebenernya, apalagi kita mengunjungi tempat yang bener-bener baru dan belom pernah kita kunjungi sebelumnya. Sesampainya saya di Gare du Nord yang saya tuju pertama adalah bagian tourist information. Disana ada seorang ibu-ibu berbadan gempal berumur lanjut yang bertugas sebagai penjaga loket di tourist information’s desk. Memang dari cara dia jawab nggak begitu ramah, terkesan cuek, tapi pertanyaan saya dijawab dengan sangat detail. Perlu diketahui aja, stasiun Gare du Nord itu luas banget. Jalur keretanya aja banyak banget ditambah lagi ada jalur buat bis, RER, dan metro. Nah kereta disana masih dibagi lagi dari yang cuma keliling kota Paris dengan yang ke negara-negara lain di Eropa. Dan hebohnya lagi, setiap mereka punya line sendiri-sendiri! puyeng kan?

Gampangnya, Gare itu adalah istilah buat stasiun kereta yang bisa digunakan untuk transit baik kereta lintas negara Eropa maupun metro (kereta bawah tanah). Kalo mau naik perhatiin bener-bener keretanya ngadep mana, artinya lihat tujuan akhir stasiunnya, lalu jika kita perlu ganti kereta lihat interchange pointnya. Pusing? Sama!  Buat masalah beli tiket metronya, lihat aja cara orang lain, ikuti mereka dan perhatikan baik-baik cara mereka beli. Soalnya, mesin metro itu pake bahasa Prancis! Oke kambali lagi soal orang-orangnya. Karena masih kebingungan, saya mencoba tanya dengan seorang cowok bagaimana cara menuju ke hostel saya dengan metro, eh dia jawab pake bahasa Prancis! Kalo sudah begini saya perhatikan baik-baik tanganya dan saya catat berapa kali tangannya belok kanan atau kiri. Nggak cuma disitu, ketika saya beli makan, penjualnya aja cuek abis dan ngomong secukupnya pake bahasa Prancis pula! hahaha. Tapi di hostel saya beda, penjaganya yang seorang bapak dengan bahasa Inggris yang cukup lancar malah sangat ramah. Saya pun iseng tanya tentang mitos orang Paris yang katanya ‘galak’ itu dan dia jawab ‘we’re just not really into others’ business‘. Oalah, mereka itu males jadi kepo ternyata!

Jadi kesimpulan saya, orang Paris itu nggak galak, cuma mereka males aja sok-sokan ramah sama orang yang baru dikenal dan mereka nggak mau ngurusin urusan orang lain. Ya, sekali lagi ini tentang budaya. Mereka masih mau kok jelasin secara detail cara menuju kesuatu titik. Kalo dibandingkan dengan masyarakat kita, maaf, apalagi yang di kota besar malah lebih ‘galak’ tapi selalu pengen tau urusan orang lain, nah loh? Intinya ketika kita ke Paris kita harus usaha dulu seperti browsing atau sekedar membaca tourist information yang sangat-sangat detail dan terpampang jelas di stasiun maupun tempat wisata  nggak cuma modal tanya!  Kota Paris itu udah cantik banget, masak kita masih tega minta double combo? 🙂 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s