Jebakan si banci


Night market di Patpong

Sebenarnya ini adalah pengalaman saya tahun lalu ketika saya berkunjung ke Thailand terutama ke red-light district nya yang terletak di kawasan Patpong. Saya selalu tertarik dengan kawasan ‘nakal’ di setiap negara atau kota yang saya kunjungi. Buktinya saya rela malam-malam pergi ke kawasan tersembunyi di ujung utara Semarang demi nonton naked show. Patpong sebenarnya mirip seperti Malioboro di Jogja ketika malam. Banyak penjual souvenir hingga sex shop di sepanjang jalan. Nah yang bikin seru, disini banyak bar dan club malam yang mempertontonkan cewek-cewek dengan pakaian kekurangan bahan. Bahkan ada beberapa club malam yang ‘memasang’ ladyboy! Mereka menari-nari sambil mengundang para pejalan yang lewat di depannya.

Karena malam itu adalah malam terakhir saya di Bangkok dan besoknya saya harus melanjutkan perjalanan ke Kamboja, saya nekatin buat jalan-jalan sendirian ke Patpong. Cara kesini gampang, dari Bangkok bisa naik taxi dengan menawar harganya dulu di muka. Setelah melewati semacam jalan tol sampailah kita di sebuah kawasan yang super hip dan itulah Patpong. Banyak turis yang datang kesini dari yang benar-benar ingin belanja sampai yang sekedar ‘belanja’. Patpong emang terkenal sebagai surga belanja. Semuanya ada disini, bahkan kaos bergambar gajah putih yang saya beli di Bangkok bisa dapat setengah harganya di Patpong.

Setelah puas keliling night marketnya, saya mencoba mencari club yang paling hip. Tidak lama, saya didekati oleh seorang bapak-bapak yang menawarkan pertunjukan ladyboy yang konon terkenal di Patpong. Dengan iming-iming cuma 400 bath dan dia berani mengklaim sebagai the best ladyboy show in Patpong saya terima aja tawarannya. Kemudian saya dibawa ke salah satu gang yang gelap dan jalannya menanjak. Saya sudah rada curiga sebenarnya, tapi kerena penasaran dan udah jauh-jauh ke Patpong saya ikuti terus saja dia. Setelah 10 menit jalan kaki, kami tiba di salah satu bar yang bentuknya mirip seperti rumah dengan boks lampu merah menyala serta cat warna pink nge jreng. Dari luar bangunan terlihat sepi, tapi setelah masuk kedalam…gila rame banget!

Deretan kursi sofa ditata melingkar mengelilingi panggung dengan tiang besi di tengahnya. Kebetulan saat itu saya duduk dengan dua orang turis cowok dari Jerman. Setelah beberapa menit si banci mulai keluar dari belakang panggung dan mulai meliuk-liuk di tiang besi tadi, malah ada yang manjat! Jangan bayangkan ladyboy nya cantik-cantik seperti di ladyboy cabaret yang terkenal itu. Kebanyakan masih kelihatan wujud aslinya. Bahkan beberapa masih punya jakun dengan muka garangnya! Entah keluar dari mana, beberapa ladyboy mulai menawarkan segelas bir dingin ke pengunjung. Tanpa curiga, kami minum saja bir itu yang kami pikir merupakan welcoming drink dan gratis. Setiap gelas hampir kosong, si ladyboy terus mengisi gelas kami, bahkan ada beberapa yang mengambil gelas tamu lain dan meminumnya tanpa ijin…dih!

Nah, disinilah tourist scamnya. Setelah 30 menit, pertunjukan selesai dan sebelum pulang kami diminta membayar bill di kasir. Dan terkejutlah kita melihat tagihan di bill yang mencapai 3.300 bath atau hampir 1 juta rupiah! Melihat ini, kita sempat bertanya tapi jawabannya sangat tidak masuk akal bahkan kita sempet dideketin oleh banci-banci berbadan besar! Nggak mau cari ribut dengan para banci akhirnya kami bertiga memutuskan patungan untuk melunasi bill tadi biar urusan cepat selesai. Sesampainya di luar ada bule yang nanya ke saya ‘elo abis kena tipu ya di dalem? Gue kemaren juga! Udah lapor polisi tapi polisi juga nggak bisa berbuat apa-apa’ …Nah loh

tips ke Patpong. Kalo ingin ke Patpong sebaiknya untuk berbelanja saja, tapi kalo tetep ingin nonton banci tontonlah dari luar bar dan jangan coba-coba masuk kedalam. Kalo mau coba masuk kedalam, jangan mengambil apapun atau bahkan menyentuh si banci.     

Advertisements

3 thoughts on “Jebakan si banci

  1. Emang yak perbuatan tuh trgantung niat kikikikiki…untung sy kl k thai cmn niat belanja bneran…alhmd ga pernah knpa2..satu kata bwt lo mas…sokooorrr!!! hehheehe

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s