A lazy bum


Menurut saya traveling itu nggak selamanya harus penuh dengan kegiatan. Adakalanya, liburan haruslah selayaknya liburan. Saya suka kegiatan city hopping atau keliling dari satu kota ke kota lain dalam waktu yang singkat. Pekerjaan saya sebagi travel writer memang menuntut saya untuk jadi flash traveler atau traveling dalam waktu yang singkat. Bahkan, dalam sehari saya pernah berkujung ke dua negara yang berbeda! Waktu untuk santai bahkan hampir tidak ada. Bayangkan, selama perjalanan saya harus tetap menulis, membalas email, mencari ide, memikirkan imigrasi untuk menuju kesuatu tempat, aplikasi visa, dan mencari Wi-Fi gratisan.

Dengan niat a holiday must be a holiday, akhirnya saya booking tiket pesawat Jogja-Bandung. Bandung saya pilih karena saya tidak punya waktu banyak. Traveling kali ini saya tidak akan menghabiskan dengan city hopping dan  loncat dari satu bis ke bis lainya. Tapi hanya akan saya habiskan untuk melamun dan melamun. Seperti biasa, saya pergi tanpa ada persiapan sama sekali, tanpa booking hotel dan lain sebagainya.

Sesampainya saya di Bandung, saya langsung mencari hotel murah di daerah Sukajadi. Agak jauh memang dari pusat kota, tapi tak apalah. Hotelnya cukup standar tapi cukup nyaman dan bersih. Seperti rencana saya, traveling kali ini saya pakai untuk bersantai. Saya habiskan waktu siang untuk kuliner. Dan seperti biasa, Bandung surganya makanan enak dan murah! Setelah makan, saya lanjutkan ke pusat spa, memanjakan diri sedikit sambil membayangkan saya lagi ada di Ubud, Bali. Malamnya saya habiskan untuk duduk diam di sebuah bar bergaya Belanda di daerah Dago. Saya selalu jatuh cinta dengan Dago ketika malam 🙂

Mendengarkan musik klasik yang dimainkan oleh band lokal, sambil menikmati segelas cocktail yang menurut saya kemahalan, memang nikmat ternayata. Saya sebut malam itu adalah me time. Saya bisa membaca buku yang hampir sebulan ini tidak tersentuh. Melihat kicauan orang-orang di twitter, nguping pembicaraan dua orang Australia yang membicarakan kekalahan tim softball mereka, dan sekedar melamun menikmati temaram kota Bandung sambil mengamati orang-orang disekitar. Ah melamun memang pekerjaan paling nikmat ternyata.

Dan ketika tulisan ini dibuat saya masih menjadi seorang lazy bum. Duduk di sebuah kafe di Bandara Husein Sastranegara sambil menunggu pesawat yang membawa saya pulang.    

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s