Dari kalajengking sampai embrio bebek


Kalajengking, larva' laba-laba, dan embrio bebek

Salah satu post yang bisa dihemat ketika traveling adalah makan. Sudah menjadi kebiasaan buat seorang backpacker buat jajan makanan di pinggir jalan. Selain murah, rasanya masih bisa diterima oleh lidah. Nah masalahnya, bagaimana kalo sedang traveling di negara yang nggak kita kenal makanannya? Kalo di negara sendiri sih, aman-aman saja mau jajan sembarangan di pinggir jalan, karena kita tahu apa saja yang ada di makanan itu. Nah, yang disebut jajanan pinggir jalan di sini itu sekelas hawkers yang jualannya di gerobak atau tenda atau lesehan di pinggir jalan. Pokoknya nggak masuk ke gedung restoran (walaupun restorannya di pinggir jalan, ya!).

Kalo di negara kita, banyak banget penjual-penjual semacam hawkers ini. Nggak perlu susah-susah, tinggal nongkrong di depan rumah pasti ada saja yang lewat. Dari siomay, bakso, es cendol, sampai ketoprak. Agak keluar sedikit ada abang-abang penjual nasi goreng, martabak, ayam bakar, dan lain-lain. Pokoknya, cari makanan pinggir jalan di negara kita itu gampang banget. Beda dengan di luar negeri. Di Eropa hawkers biasanya di kumpulkan di suatu titik tertentu. Contohnya di Amsterdam, hawkers biasanya dikumpulkan di central market di hari-hari tertentu. Contohnya Sunday Market yang buka hanya di hari minggu. Jualannya beragam dari hot dog, burger, sampai roti. Roti favorit saya di sini adalah gefrituurde bananen bollen, roti dengan rasa pisang yang harganya hanya 1 Euro per potong.

Di Paris ada Frites Fraiches atau kentang goreng. Awalnya, saya pikir kentang goreng di Paris lebih enak daripada di tempat lain karena namanya saja french fries. Ternyata saya salah! kentang goreng di Paris dihidangkan dengan potongan yang besar-besar, dan digoreng setengah matang sehingga bentuknya letoy. Kemudian kentang goreng disiram dengan mayonaise dan saus pedas tapi rasanya manis, dan ditambah keju cair, ewwwwh! Kalah telak deh, pokoknya sama kentang goreng pake micin kita. By the way, kalau beli kentang goreng di Paris jangan pernah menyebutkan kata french fries, karena mereka menggangap french fries itu sebagai hinaan. Ya negara mana sih yang mau disebut negara gorengan?

Kebanyakan negara di Asia, makanan pinggir jalannya hampir sama semua. Kalo nggak gorengan, pasti ada nasi atau mi. Kalo mau aneh dikit, coba pergi ke pasar tradisionalnya. Banyak banget penjual makanan aneh. Dari kecoa digoreng kering sampai embrio bebek yang di dalamnya masih ada anaknya yang buluan! Ketika di Vietnam saya pernah melihat proses penyembelihan bebek paling kejam. Bebek betina yang masih hidup di tusuk-tusuk duburnya pakai lidi sampai orgasme. Ketika hampir orgasme, kepala si bebek langsung dipenggal! Konon katanya, daging bebek betina yang lagi orgasme terasa lebih kenyal, dan empuk ketika diasapi. Duh, itu kan namanya penipuan dalam kenikmatan.

Jing Leed atau belalang goreng

Jing Leed atau belalang goreng di Thailand

Makanan pinggir jalan paling aneh yang pernah saya coba adalah kalajengking goreng yang saya makan di Thailand. Kata seorang bapak penjaga hostel yang saya tempati, ada satu hawkers yang terkenal menjual makanan aneh di sepanjang Nana Plaza Bangkok. Bahkan katanya Andrew Zimmern dari Bizarre Food saja pernah datang. Para pedagang di sini menjual serangga goreng di dalam gerobak layaknya gorengan di Indonesia. Makanan yang dijual pun bermacam-macam dari kalajengking, cacing tanah, ulat pohon, kuping babi, sampai usus babi. Mereka mulai buka ketika malam. Jadi, kalau mau mencoba pastikan datang ketika malam.

Kalau ngomong soal rasanya, kalajengking yang saya makan saat itu rasanya cukup unik. Bagian kulit luarnya keras seperti kepiting, tapi warnanya hitam mengkilat, dagingnya berwarna putih seperti ikan, dan sedikit berserat. Ada beberapa bagian terasa manis, dan sedikit pedas. Pedasnya bukan dari merica atau cabai, tapi dari racun yang tertinggal di dalamanya! Berani coba? 😀

Advertisements

7 thoughts on “Dari kalajengking sampai embrio bebek

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s