Pantai ideal


20130513_125522Gara-gara lama tinggal di kota besar dan di lereng gunung yang tidak ada pantainya, saya jadi lebih memilih pantai daripada gunung. Sudah puluhan pantai di Indonesia dan di luar negeri yang sudah saya kunjungi. Dari pantai yang mudah dikunjungi sampai pantai yang namanya nggak eksis sekalipun! Yup, saya memang penggila pantai. Setiap acara jalan-jalan ke daerah yang berpantai, saya berusaha menyelipkan jadwal berkunjung ke salah satu pantainya, apalagi kalo pantainya cantik. Nah, saking seringnya saya ke pantai, saya jadi semakin picky terhadap sebuah pantai. Bahkan, saya punya kriteria ‘ideal’ buat sebuah pantai.

Memang sih, bagus itu relative (dan jelek itu mutlak) tapi ukuran ‘bagus’ untuk sebuah pantai nggak cukup berpasir putih dan ber air biru saja. Tapi, ada faktor lain yang membuat suatu pantai bisa dikatakan ‘bagus’. Maka dari itu saya membuat kriteria pantai ‘bagus’ versi saya. Untuk dikatakan ‘bagus’, semua faktor dibawah ini harus ada atau paling tidak setengahnya.

Jarang ada pengunjung. 

Ini menjadi faktor penting pertama dalam memilih sebuah pantai. Biasanya semakin eksis pantainya, semakin ramai pantai tersebut. Katakanlah beberapa pantai di Bali. Lima tahun yang lalu pantai-pantai di Sanur dan Nusa Dua masih cenderung sepi, bahkan beberapa malah tidak ada pengunjungnya sama sekali. Kedua pantai ini termasuk pantai sepi di Bali yang paling mudah dijangkau karena posisinya yang paling dekat dengan bandara Ngurah Rai dan Kuta. Sialnya, pantai-pantai di Sanur dan Nusa Dua sekarang sudah mulai ramai. Parkiran yang dulu hampir tidak ada motor dan mobil, sekarang sudah penuh dengan bis-bis besar yang membawa rombongan anak sekolah. Belum lagi, pantai-pantai yang sekarang di miliki oleh resort mewah dan diberi nama ‘beach club’. Kalo mau masuk ke pantai mereka harus bayar ratusan ribu dan di hayo-hayoin kalo waktu berkunjung habis. Dih!

Bersih!

Sudah menjadi kebiasaan buat orang indonesia buat meninggalkan ‘jejak’ kemanapun mereka sedang pergi berlibur. Bahkan saya pernah mengajak seorang teman berlibur ke Pulau Peucang, eh dengan pedenya dia buang sisa makanan ke pasir pantai. Katanya sih kalo kita meninggalkan ‘jejak’ di suatu tempat, suatu saat kita akan kembali ke tempat itu. Buset! Coba bayangkan, lagi enak-enaknya berjemur, eh tiba-tiba ada bau busuk yang berasal dari tumpukan sampah. Belum lagi sampah yang dibuang di laut. Bahkan ketika saya berenang di Kepulauan Seribu, saya menemukan pembalut wanita lengkap dengan darah-darahnya ngapung di air! Jadi wajarlah jika beberapa pulau cantik di Indonesia yang dimiliki asing tidak menerima tamu lokal dengan alasan kebersihan. Seperti contohnya di Wakatobi, ada sebuah resort mahal milik asing di Pulau Tomia, uniknya tidak ada satupun kapal lokal yang dibolehkan mendekat ke dermaga resort itu selain tamu resort. Katanya sih, takut kotor. Tapi memang dermaga resortnya benar-benar bersih, bahkan tidak ada satupun bercak tumpahan minyak dari kapal!

Berpasir putih dan sedikit berpohon.

Hampir semua pantai di Wakatobi masuk dalam katagori ini. Makanya, Wakatobi menjadi favorite saya. Nggak perlu jauh-jauh ke Maldives buat mencari pantai berpasir putih dengan beberapa pohon kelapa yang doyong ke depan. Pulau-pulau di Wakatobi seperti Nda’a, Tomia, dan Hoga memiliki ini semua. Pantai yang berpasir putih adalah pantai yang photogenic. Sementara, jajaran pohon kelapa yang doyong kedepan sangat berguna buat berteduh setelah seharian berjemur. Bayangkan kalo pantainya kering kerontang tanpa ada tumbuhan satupun, pasti panas banget kan? 🙂

Jarak pantai dan tepi pantai jauh. 

Buat yang tidak bisa berenang tapi suka berjemur di tepi pantai ini penting banget. Biasanya semakin berombak sebuah pantai, semakin dekat jarak tepi pantai dengan pantai. Jadi, jangan harap bisa tidur-tidur manja di tepi pantai tanpa dikejar ombak. Pantai yang berarus tenang, biasanya punya jarak tepi pantai yang jauh. Seperti contohnya pantai Iboih di Pulau Weh, Nda’a di Wakatobi, Moyo di Pulau Moyo, Pink Beach di Pulau Komodo, dan Sangalaki di Derawan.

Air yang biru dan tidak berarus.

Kalo soal air yang biru sebenarnya Indonesia punya banyak banget, malah hampir semua pantai yang cantik masih berwarna biru. Tapi favorite saya adalah pantai Ora di Maluku, Tangsi di Lombok, dan Hoga di Wakatobi. Pantai Tangsi Lombok misalnya, ketika siang airnya bergradasi dari biru muda ke biru tua dan yang paling unik adalah pasirnya yang berwarna pink. Ditambah lagi airnya yang bening seperti kaca. Saking beningnya, kita bisa melihat ikan tanpa harus susah-susah menyelam. Bahkan, visibility di ketiga tempat itu bisa mencapai 30 meter pada saat musim panas! Sementara pantai yang tenang adalah pantai yang enak buat berenang tanpa harus takut ketabrak orang lagi surfing. 

Tidak berkarang.

BPXYcFOCQAAFGnZ

Pantai Tanjung Bira
Source: @LiburanLokal @KakabanTrip

Saya selalu jatuh cinta dengan pantai Boracay di Philipina dan Maldives. Pantai-pantai disana isinya cuma pasir, pasir dan pasir. Tidak ada karang satupun! Saking bersihnya, pantai-pantai disana terlihat seperti kolam renang raksasa yang isinya air berwarna biru bening. Di Indonesia, ada pantai bernama Tanjung Bira yang mirip dengan Boracay di Philipina. Pantainya benar-benar tanpa karang, jadi kalo berenang nggak usah takut tergores karang. Sayang, saya belum pernah kesana. 😦

Fasilitas memadai.

Fasilitas ini nggak usah yang susah-susah. Cukup ada penginapan di dekat pantai, rumah makan, dive center, toilet umum, dan listrik. Pantai-pantai di Karimun Jawa cantik banget, tapi sayang beberapa pulau masih belum ada fasilitasnya sama sekali. Habis capek-capek snorkling, eh harus nahan lapar karena rumah makan adanya di pulau utama. Belum lagi, kalo mau pipis dan tidak ada toilet umum. Terpaksa deh harus pipis bareng ikan di air atau harus ngumpet-ngumpet di dalam semak-semak. Di beberapa pulau di Komodo juga belum ada listrik yang memadai, ada sih tapi nyalanya jam 6 sore sampai 11 malam. Jadi kalo tidur harus rela gerah-gerahan sambil gelap-gelapan.

Aman.

Aman disini nggak cuma aman dari penjahat tapi juga aman dari hewan-hewan liar. Pantai Pink Beach di Pulau Komodo memang cantik banget, tapi setiap mau berjemur bawaanya deg-degan kalo-kalo dikejar komodo. Bahkan sebelum saya kesana, saya mendengar berita tentang seorang bule yang digigit komodo ketika berjemur di pantai! duh! Begitu juga dengan pantai Peucang di propinsi Banten. Peucang sendiri artinya ‘rusa’ dalam bahasa lokal, makanya disana banyak ditemui rusa. Sialnya, selain rusa juga banyak monyet liar yang berkeliaran dan suka nyolong baju!

Tidak ada di buku panduan perjalanan manapun.

Semenjak di tulis oleh Lonely Planet, pantai-pantai sepi di Bali Barat berubah manjadi ramai turis. Para hipster pantai berdatangan dan semuanya jadi serba mahal. Semenjak itu saya jadi malas berkunjung ke pantai-pantai disana. Untuk mendapatkan pantai yang sepi, saya lebih suka bertanya pada penduduk lokal. Kenyataanya saya bisa mendapatkan pantai berpasir putih yang letaknya tepat di balik bukit. Airnya yang bening bergradasi dari biru muda ke biru tua ditambah lagi jajaran atol yang memanjang dari ujung ke ujung lainnya. Sluuurp! Karena kurang eksis, pantainya benar-benar sepi, jadilah saya puas bermain seharian di pantai tanpa risih dilihatin orang. Mau tau nama pantainya? Rahasia dong! Ntar, kalian kesana sambil bawa bis-bis gede lagi, duh males! Hehehe 😀

Kalo untuk masalah alam bawah lautnya yang cantik, itu menurut saya cuma bonus. Toh, saya juga bukan hardcore divers yang setiap ke pantai harus diving. Kalo lagi pengin banget diving dan kebetulan ada budget untuk itu, ya kenapa nggak. Kalo lagi bokek, sekedar berenang atau berjemur di pantai nggak dosa, kan? 🙂               

Advertisements

11 thoughts on “Pantai ideal

  1. Sepertinya pantai di Maladewa dan pilipina emang lebih bersih dan terkenal drpd pantai indonesia ya…? Sayang banget, padahal pantai kita juga sangat indah dan ngga kalah indah bukan?

  2. yang jadi kriteria terakhir itu yang kadang susah buat ditemuin, apalagi kalo kita ga ada kendaraan pribadi berupa motor yg bikin kita tau2 nemuin spot pantai yang sama sekali ga ada yg tahu. Bali udah overexploitasi, bahkan pantai2 di sulawesi yg terkenal terbaik aja udah mulai selalu saja ada orang disana. di Filipina pantai mereka yg mulai dikelola mulai overexploitasi juga, Ditambah lagi mentalitas org filipina yg hampir sama dgn Indonesia keluar dalam bentuk adanya ‘harga turis’. Jadi apa-apa jadi mahal dan bikin males takut dikemplang..hahahaha

    • Sebenernya mau ditambah satu faktor lagi “local friendly”. Gili Trawangan dan Nusa Penida udah terlalu western centred. Bahkan, saya pernah masuk ke sebuah cafe di Nusa Penida, eh pas mau order si pelayannya bilang “mas, disini minuman paling murah 50rb loh!” Dikata kita nggak punya duit ya, gitu-gitu amat sama turis lokal

  3. Buat yang punya blog ini, saya mencoba merekomendasikan pantai2 di Sulawesi Selatan, liatnya. Mulai dari kota Makassar, kepulauan super monde, (pulau kayangan, lae lae, samalona,kodingareng keke,kapopposang, lanjukang dll.. bisa di search di Google yang mana yang bisa di kunjungi, cuman vasilitasnya masih sangat minim, sya juga belum pernah kesana.
    Bulukumba, pantai Tanjung bira, pantai bara, pantai mandala ria, pantai lemo lemo, pantai di pulau liukang loe.
    Selayar, pantai di kawasan takabonerate. Search di Google, saya juga belum pernah kesana. Kalo mau jalan2 ke tempat itu bisa bareng untuk bulan agustus 2014 .sekalian saya menikmati juga.

  4. Sependapat dengan postingan lainnya tentang malaysia, saya asli Sulawesi Selatan, dan merasa tempat wisata di sul sel tidak kalah bagusnya dengan di malaysia ato pun di Indonesia seperti Bali, pantai di Sulawesi Selatan hampir tidak di urus jadinya yang boleh di bilang luar biasa jadinya biasa biasa..! sebut saja taman laut takabonerate bisa jadi Maldives nya Indonesia… memiliki karang atol terbesar ke tiga di dunia.. menurut Google.. Belum di kelola dengan baik. Di malysia hal2 kecil yang dianggap menarik di buat sangat menarik, biasa jadi luar biasa.

  5. Last posted, list tempat wisata Sulawesi Selatan selain pantai yang telah saya tuliskan, Makassar, transtudio,benteng rotterdam, benteng samba opu, bugis water park, pantai akkarena , pantai losari tak berpasir, mesjid raya makassar da almarkaz al islami, gereja katedral. Dll
    Maros, bantimurung nasional park, Maros water park, leang leang, rammang rammang.(gunung batu yang katanya terbesar ketiga di dunia.
    Gowa, balla lompoa dan istana tamalate, Malino Highland resort, seperti puncak bogor.
    Bulukumba selain pantainya tadi ad juga adatnya yaitu suku kajang yang mirip suku badui di Banten. Dan pembuatan kapal phinisi.
    Tana Toraja.
    Wajo, Kabupaten penghasil sutra bugis. Danau tempe
    Luwu Timur
    Danau matano terdalam di Indonesia dan salah satu di dunia
    Danau tuwoti terbesar setelah danau Toba. Itulah tempat wisata yang inti di sul sel.. dll yang penunjang… mudah2an bisa bermamfaat.

    • Hi, sebelumnya turut prihatin atas visanya. Untuk soal banding saya kurang tahu bisa atau tidak. Untuk penolakannya pasti kedutaan punya alasan kenapa visa kita ditolak. Nah, coba mas pelajari lagi apa saja persyaratan yang kurang, atau mungkin ada yang tidak sesuai. Untuk apply lagi bisa kapan saja, sih, seharusnya asal syarat sudah lengkap.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s