Kecil tapi berguna


36405abb8047057548c9e181e77e2ff4Awalnya, saya nggak pernah terpikirkan untuk membawa barang-barang yang menurut saya kurang penting selama traveling, secara prinsip saya ‘the lighter the merrier‘, atau semakin sedikit barang yang kita bawa, semakin bahagia lah kita di jalan. Tapi semenjak saya baca beberapa travel blog, membawa oleh-oleh untuk orang yang kita temui di jalan ternyata bermanfat juga. Dari sini, saya akhirnya membawa beberapa barang yang khas dari Indonesia. Sesampainya di negara tujuan, barang-barang ini akan saya berikan ke teman-teman sesama pejalan. Memberikan bukan berarti memberi secara cuma-cuma tanpa timbal balik, loh. Harus ada keuntungan yang kita dapat juga. Keuntungan ini bisa bermacam-macam contohnya, mau diajak sharing ongkos selama traveling, minta dibayarin beer, atau malah minta dibayarin makan! Pokoknya jangan mau rugi deh. 🙂 *mental cina*

Barang-barang ini jangan terlalu berat, malah kalau perlu yang sekaligus bisa kita pakai selama di jalan dan bisa masuk ke dalam tas. Barang-barang yang dibawa juga harus aman dan lolos dari goods to declare di bandara. Nah, berikut adalah beberapa ‘oleh-oleh’ yang biasanya saya bawa ketika traveling ke luar negeri.

1. Batik 

Setiap saya jalan-jalan ke luar negeri, saya selalu membawa kemeja batik. Selain bermanfaat jika diundang ke acara formal, baju batik juga cocok untuk sekedar jalan-jalan santai. Biasanya saya membawa satu kemeja batik lengan pendek dan satu celana jeans. Sehingga, ketika saya diajak hang-out santai, saya masih bisa memakai batik tanpa takut salah kostum.

Memakai batik di luar negeri rasanya pun juga berbeda. Setiap kali saya jalan-jalan di luar negeri memakai batik, saya langsung merasa bangga dan nasionalis habis! Gimana nggak bangga, selain batik adanya cuma di Indonesia, motifnya yang mencolok bisa menjadi pusat perhatian diantara para pejalan lainnya. Suatu saat saya pernah dugem memakai batik di Budapest, eh saya jadi pusat perhatian di antara teman-teman saya! *bangga*. Ketika saya akan pulang, baju batik ini akan saya berikan ke teman satu hostel yang sudah mau diajak sharing apapun selama traveling. Sekalian jadi kenang-kenangan, dan ucapan terima kasih, kan? 🙂

2. Uang Rupiah

Ketika traveling ke luar negeri, saya selalu menyisakan beberapa lembar uang seribuan di dompet. Ketika sampai di negara tujuan, biasanya saya akan begikan ke teman-teman satu hostel. Reaksi mereka melihat uang Rupiah bermacam-macam. Tahu kan kalau nominal uang kita lebih besar dibanding dollar? Nah, suatu saat saya pernah ditraktir kopi oleh seorang teman asal Meksiko, sebagai gantinya saya berikan dua lembar uang seribuan. Eh tiba-tiba dia kaget “Buset! Elo Yakin ngasih gue 1000? Emang orang Indonesia tajir-tajir ya?” Saya jawab dong “ah biasa aja, elo punya duit 10.000 di Indonesia udah bisa beli rumah kok” Eh dia percaya! Hahaha 😀

3. Rokok kretek

Ketika di luar negeri, bau rokok kretek buatan Indonesia menjadi sangat kuat, apalagi ketika berada di negara-negara yang bersuhu dingin. Padahal, kalau di Indonesia bau rokok kretek biasa-biasa saja, bahkan kalau kita disuruh membedakan rokok satu dengan rokok lainnya dari baunya akan susah, kan? Rasa rokok Indonesia pun juga jauh lebih enak daripada rokok di luar negeri. Makanya, banyak bule yang ketagihan dengan rokok Indonesia. Nah, gunakan kesempatan ini ketika traveling ke luar negeri. Beli saja satu slop rokok kretek di Indonesia yang harganya tidak terlalu mahal. Setelah sampai di negara tujuan, rokok tadi bisa dijual lagi ke teman sekamar dengan harga yang lebih mahal. Biasanya ketika hang-out, saya keluarkan sebatang atau dua batang rokok untuk sample, seterusnya baru, deh, suruh mereka beli.

Beberapa kali hasil jualan rokok ini bisa saya pakai untuk tambahan uang traveling, loh! Lumayan kan? Sebelum membawa rokok ke luar negeri, perhatikan peraturan imigrasi setiap negara, ya, karena tidak semua negara mengijinkan rokok dari luar masuk ke negaranya, termasuk cukai yang berlaku.

4. Bendera

Ketika saya di Brastilava, saya pernah mendapat burger gratis dari sebuah cafe. Si pemilik cafe ini mengkoleksi bendera dari seluruh dunia yang dia dapat dari para tamu yang makan di tempatnya. Kebetulan saat itu saya adalah tamu asal Indonesia pertama yang makan di rumah makannya. Saya langsung diberi burger gratis lengkap dengan kentang goreng sebagai ganti bendera yang saya beri! Ihiy! Awalanya, sih, saya membawa logo bendera Indonesia hanya sebagai identitas yang sengaja saya tempelkan di depan ransel saya. Eh, ternyata malah berguna buat mendapatkan makanan gratis. Beberapa pejalan biasanya juga mengkoleksi bendera dari seluruh dunia sebagai tanda kalau mereka pernah traveling ke negara itu, atau pernah bertemu dengan orang yang berasal dari negara itu.

5. Kartu Pos

Bagi traveler yang belum pernah ke Indonesia, mendengar cerita tentang kecantikan Indonesia sangat menyenangkan bagi mereka. Tetapi, kalau harus cerita semua tempat-tempat eksotis di Indonesia dari Sabang sampai Merauke yang ada mulut bisa gempor. Bisa, sih, pakai foto, tapi kalo seperti saya yang jarang traveling pakai kemera bisa repot. Belum lagi belum semua tempat di Indonesia sudah saya kunjungi. Sebagai gantinya, setiap saya traveling ke suatu tempat di Indonesia, saya selalu menyempatkan membeli kartu pos dari daerah itu. Di bagian belakangnya saya tuliskan deskripisi singkat tentang tempat itu.

Ketika saya traveling ke luar negeri, kartu pos-kartu pos ini akan saya bagikan ke sesama teman traveling. Lumanyan kan bisa membantu promosi wisata negara sendiri? 😀

6 Kondom rasa durian

Ide ini saya dapat ketika menemani teman asal Amerika yang sedang berkunjung ke Jakarta. Ketika masuk ke sebuah mini market, dia kaget luar biasa “Woah! Kondom rasa durian!”. Menurut dia, cuma di Indonesia yang kondomnya memiliki rasa buah-buahan. Sedangkan, menurut dia, kondom di Amerika nggak ada rasanya alias flat. Pantes saja dia kaget lihat kondom berbagai rasa di Indonesia. Hahaha.

Dari sini saya kepikiran untuk membawa kondom dengan variasi rasa setiap saya traveling ke luar negeri. Beli kondomnya juga nggak usah banyak-banyak, cukup satu pack. Selain harga kondom di Indonesia yang  cukup mahal, memborong kondom bisa membuat kalian dianggap sebagai penggila seks. Cukup satu saja ya!

FYI , kondom sangat laris ketika menginap di hostel yang campur cowo-cewe, karena you will never know, who you will end up with, eh? :p 

Nah, kalau kalian punya ide barang apa aja yang bisa diberikan ke traveler lain, coba share disini siapa tahu bisa dimasukan ke packing list saya selanjutnya. 🙂

Advertisements

14 thoughts on “Kecil tapi berguna

  1. Huwahahaha makasih ide nya!!! Gue udah beli batik buat temen british gue yang maw ngehost gue ntar, nah lo ngasih gue ide banyak nih. Will so going to being kondom durian dan duit rupiah hihihi 😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s