Balada Kapal Laut


IMG_001Berapa lama waktu terlama kalian naik kapal laut? Saya 3 hari! Saya sebenarnya bukan penggemar perjalanan panjang yang memerlukan waktu berjam-jam di dalam sebuah kendaraan. Apalagi kalau harus melewati laut, dan menggunakan kapal. Coba bayangkan, sepanjang perjalanan yang dilihat hanya air, air, dan air. Belum lagi kalau ombaknya sedang tinggi-tingginya, dan kita nggak terbiasa dengan laut. Duh, belum naik saja rasanya sudah cranky duluan! Yang saya maksud kapal di sini bukan kapal pesiar atau cruise boat layaknya di Eropa atau Timur Tengah yang sekali naik bisa buat nikahin anak sekampung. Kapal yang saya maksud di sini adalah kapal sekelas Ferry atau perahu bermesin yang digunakan untuk transportasi penyebrangan. Karena sebagian kapal digunakan untuk transportasi publik, ya wajarlah kalau rata-rata kapalnya kurang nyaman.

Sudah nggak terhitung berapa kali saya naik kapal untuk mencapai suatu destinasi tertentu di Indonesia. Apalagi kalau tempatnya belum terdaftar di Google maps saking nyempilnya. Bisa, sih, naik pesawat, tapi kadang-kadang harga tiket pesawat yang mahal banget membuat kapal menjadi pilihan satu-satunya. Sialnya lagi, kapal di Indonesia itu jadwalnya kadang nggak menentu, terutama saat laut sedang pasang.

Nah, saya akan coba membagi pengalaman saya naik kapal selama saya traveling di Indonesia. Ini saya urutkan dari perjalanan terpendek sampai terpanjang ya.

Ketapang – Gilimanuk (1 jam 30 menit)

Kapal dari Ketapang ke Gilimanuk. Gambar dipinjam dari http://lucianancy.com

Kapal dari Ketapang ke Gilimanuk. Gambar dipinjam dari https://backpackology.com

Ini adalah kapal penyebrangan paling busuk yang pernah saya naikin. Saya ingat saat itu saya menyebrang dari Ketapang ke Gilimanuk pada dini hari karena menggunakan bis dari Jawa Tengah. Loby penumpang yang harusnya nyaman malah sangat jauh dari kata bersih. Sampah bekas makanan ada di mana-mana, lantai yang becek oleh air, dan Toilet yang sempit dan bau. Lebih sialnya, air di toilet nggak berfungsi dengan baik. Jadi bisa bayangkan kan gimana joroknya? Sepanjang perjalanan saya memilih duduk di geladak kapal, walaupun terus-terusan digangguin sama pedagang asongan, dan keterpa masa lalu angin laut. Untungnya, sunrise dari Ketapang ke Gilimanuk ini luar biasa cantik, jadi lumayan lah buat ngobatin kesal.

Merak – Lampung (3 jam perjalanan)

Gambar dipinjam dari detik.com

Gambar dipinjam dari detik.com

Semenjak Pantai Kiluan eksis, saya jadi tertarik untuk berkunjung ke Lampung. Pilihan transportasi ke Lampung ada dua macam: menggunakan pesawat atau kapal Ferry. Pesawat yang hanya 30 menit tiketnya bisa mencapai 600 ribu-an dari Jakarta. Sedangkan kalau kapal hanya 15 ribu, tapi 3 jam perjalanan! Tentulah saya memilih menggunakan kapal. Untuk menghindari panas dan penuh, saya memilih berangkat dini hari dari Stasiun Gambir. Dari kabar yang saya dengar, kapal Ferry Merak – Bakeuhuni ini busuk mampus, dan jalannya bak siput. Duh, belum naik saya sudah sensi duluan. Tapi setelah saya naik, ternyata kapalnya nggak sejelek yang saya bayangkan. Kapalnya masih cukup bersih untuk kelas ekonomi walaupun kursinya seperti kursi wartel jaman dulu. Sebelum naik saya nenggak antimo dua butir, jadi sepenjang perjalanan saya tidur kayak orang pingsan. Sehingga, perjalanan 3 jam jadi nggak terasa. :p

Padangbai – Lembar (4 – 6 jam perjalanan) 

Kapal Ferry model terbaru yang melayani dari Padang Bai ke Lembar

Ini adalah perjalanan dengan kapal Ferry yang paling nyaman buat saya. Sebenarnya kapal Ferry yang melayani penyebrangan Bali – Lombok ini sangat banyak jumlahnya, bahkan setiap jamnya ada. Tapi, berdasarkan bocoran yang saya dapat, kapal Ferry yang paling nyaman dan paling cepat berangkat pukul 3 sore. Benar saja, kapal yang saya naikin masih terbilang baru. Loby penumpang sangat bersih dan selalu tertutup karena ber AC. Tempat duduknya empuk, bahkan bisa dislorokin untuk tiduran. Pedagang asongan hanya boleh berjualan sebelum kapal berangkat, itupun hanya sampai di luar loby penumpang. Yang paling penting, kapal ini yang paling cepat karena Bali – Lombok yang biasanya sampai 6 jam, ini hanya 3 jam saja! 😀

Jepara – Karimun Jawa (6 – 7 jam perjalanan)

Saya ingat waktu pertama kali ke Karimun Jawa tahun 2011 lalu. Waktu itu kapal cepat ke Karimun Jawa belum sebanyak sekarang. Bahkan berangkatnya saja hanya dari Semarang di hari-hari tertentu saja. Pilihan satu-satunya adalah menggunakan Ferry dari Jepara. Kapal Ferry yang saya naikin ini adalah kapal terbusuk ke dua setelah kapal Ferry dari Jawa ke Bali. Kapal ini hanya punya satu kelas, yaitu ekonomi.

Dalam kapal yang tempat duduknya bak kursi wartel jaman dulu!

Dalam kapal yang tempat duduknya bak kursi wartel jaman dulu!

Kapal dibagi menjadi tiga dek. Dek pertama digunakan untuk parkir mobil, truk dan hewan ternak, sementara dek ke dua dipakai untuk penumpang. Masalahnya adalah, jumlah penumpang yang naik tidak sebanding dengan kapasitas tempat duduk yang ada. Alhasil, penumpang yang naik menggunakan prinsip bar-bar, siapa yang cepat dia yang dapat. Bahkan ada yang cepat-cepat naik, dan tanpa dosa langsung tidur slonjoran memakai tiga tempat duduk sekaligus! Buset! Buat penumpang yang kalah cepat, terpaksa harus gelaran tikar di lantai atau duduk di dek ketiga menggunakan terpal. Saking penuhnya ini kapal, lantai kapal berubah menjadi lautan manusia. Penumpang yang duduk di kursi sudah pasti nggak bisa kemana-mana. Soalnya, setiap jalan satu jengkal ada yang sedang tidur, jalan dua jengkal ada yang duduk sambil slonjoran. Duh.

Saking penuhnya, penumpang yang nggak kebagian tempat duduk tiduran di lantai.

Saking penuhnya, penumpang yang nggak kebagian tempat duduk tiduran di lantai.

Setelah 7 jam di kapal busuk akhirnya sampai di Karimun Jawa!

Labuan Bajo – Pulau Kanawa – Pulau Komodo (2 hari 1 malam)

Perjalanan terakhir saya ke Pulau Komodo dengan kapal yang sangat nyaman.

Boat khusus LOB dari Labuan Bajo ke Pulau Komodo

Tahun 2011 yang lalu saya pernah menggunakan cruise dari Sanur ke Pulau Komodo. Namanya saja cruise, yang ada di bayangan saya adalah kapal besar bermesin cepat lengkap dengan kursi-kursi panjang yang digunakan untuk berjemur. Ternyata saya salah! Kapal yang saya sewa dari sebuah agen perjalanan di Bali ini menggunakan kapal kayu yang di tengahnya terdapat sebuah ruangan besar yang digunakan untuk kamar awak kapal. Kamarnya hanya muat untuk dua tempat tidur model laci. Bahkan, untuk masuk kamarnya saja kami harus menunduk kalau nggak mau kepentok atap kapal. Perjalanan dari Bali ke Pulau Komodo memakan waktu hampir 3 hari 2 malam! Soalnya, setiap ada ombak besar, kapal harus menepi dahulu.

Mas-mas kru kapal yang seru abis! They're East Boys, girls! :D

Mas-mas kru kapal yang seru abis! They’re East Boys with bloody six-packs body, girls! 😀

Trauma dengan perjalanan saya sebelumnya, pertengahan 2014 yang lalu saya memilih menggunakan kapal dari Labuan Bajo yang khusus melayani Living on Board (LOB). Kapalnya benar-benar nyaman walaupun hanya memiliki satu jenis kelas, yaitu ekonomi. Walaupun kelasnya ekonomi, setiap kamar penumpang hanya dibatasi untuk dua penumpang saja. Kamarnya pun sangat bersih dengan interior modern, lengkap dengan TV kabel, wastafel, dan fan. Di bayangan saya, kapal LOB itu isinya para divers kelas berat yang isinya cuma diving, diving, dan diving. Ternyata nggak! Para awak kapal ini pintar mengisi waktu buat para penumpang yang nggak bisa atau sudah bosen diving. Di waktu-waktu tertentu kami berhenti di satu pulau untuk menari, memancing, memanggang ikan, dan bercerita tentang kisah mereka selama di laut. Seru abis!

P.S: kabar terbaru yang saya dengar, sekarang PELNI mempunyai cruise ship yang khusus melayani wisata ke tempat-tempat eksotis di Indonesia. Bahkan, beberapa Ferry sudah mulai dibenahi. Semoga semakin baik pelayanannya ya!

Advertisements

7 thoughts on “Balada Kapal Laut

  1. Nice share gan..
    Oya mau nanya nih. Masih ada kontak cruiser sanur tujuan pulau komodo? Saya ada rencana trip kesana gan. Brapa ya harga per orangnya?
    Makasi gan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s