Kota Kinabalu Dalam Sehari


Setiap kali mendengar Kota Kinabalu yang terpikir adalah Gunung Kinabalu yang masih aktif. Yup! Buat sebagian orang, berkunjung ke Kota Kinabalu tujuan utamanya untuk trekking di Gunung Kinabalu. Bahkan sebelum saya berangkat, seorang teman sempat bertanya ‘ngapain lo ke Kota Kinabalu, mau naik gunung? Emang kuat?’ Sialan! Saking tingginya minat wisatawan untuk trekking, membuat hampir semua agen perjalanan di pusat kota Kinabalu menjual paket trekking di Gunung Kinabalu. Kerena saya bukan anak gunung, tentu saja tujuan saya ke Kota Kinabalu bukan untuk trekking, melainkan pantai.

Perjalanan saya ke Kota Kinabalu ini adalah lanjutan dari perjalanan saya di Sarawak. Dari Sarawak ke Kota Kinabalu pilihan transportasinya hanya ada pesawat, bis, atau mobil pribadi. Bis bisa memakan waktu 18 jam perjalan, sementara kalau mobil pribadi bukan pilihan yang tepat untuk orang yang traveling sendirian seperti saya. Bisa bokek duluan, cuy! Jadi pilihan terbaik adalah pesawat. Pesawat yang melayani rute Sarawak – Kinabalu adalah AirAsia dan Malaysia Airlines.

Nah buat yang belum tahu, Kota Kinabalu atau yang sering disingkat menjadi KK ini terletak di pesisir barat Sabah, atau terletak berdekatan dengan Pulau Kalimantan. Kota Kinabalu sekaligus menjadi ibu kota Sabah dan menjadi pusat wisata di Sabah. Sehingga wajar kalau perkembangan hotel, hostel, dan resort mewah sedang berkembang belakangan ini di Kota Kinabalu. Yang menarik adalah, lokasi Kota Kinabalu ini dikelilingi oleh tebing dan gunung, mirip seperti di Hawaii (padahal belum pernah ke Hawaii :p). Walaupun dikelilingi gunung, wisata pantainya pun nggak kalah populer. Nah berikut kegiatan yang bisa dilakukan di Kota Kinabalu dalam sehari.

Pagi

Kalau mengunjungi Kota Kinabalu menggunakan pesawat pastikan memilih penerbangan yang paling pagi. Alasannya agar bisa menikmati destinasi utama di Kota Kinabalu. Setibanya di bandara, kita akan tiba di terminal 1 atau terminal 2. Terminal 2 saat ini hanya dikhususkan untuk budget carrier. Dari kedua terminal ini untuk menuju ke pusat kota ada berbagai macam pilihan dari bis bandara, minibus, sampai taksi. Dari review yang saya baca, minibus dan taksi kurang disarankan karena banyaknya mafia bandara. Jadi pilihan satu-satunya adalah bis bandara yang tiketnya hanya 5 Ringgit. Dari bandara, kita akan dibawa ke Merdeka Square atau Padang Merdeka yang menjadi pemberentian terakhir.

Dari Merdeka Square, kita bisa melanjutkan perjalanan ke pusat kota. Nah, karena tujuan utama saya adalah Tungku Abdul Rahman Marine Park yang merupakan taman nasional berisi lima gugusan pulau tersembunyi yaitu Manukan, Gaya, Sapi, Sulug, dan Mamutik, maka saya memilih menggunakan taksi dari Padang Merdeka ke Jesselton Point yang merupakan pelabuhan dari dan menuju taman nasional.

Siang

Dari Jesselton Point ke pulau-pulau di Tungku Abdul Rahman Marine Park rata-rata memakan waktu 15 – 30 menit, tergantung jarak masing-masing pulau dan tingginya ombak. Untuk menghemat waktu, lebih baik pilih dulu pulau mana yang akan dikunjungi. Untuk yang suka snorkeling dan diving saran saya, sih, cukup Pulau Gaya dan Manukan.

Pulau Manukan

Sesampainya di Pulau Manukan pengunjung wajib membayar tiket masuk ke taman nasional sebesar 10 Ringgit yang berlaku untuk semua pulau di Tungku Abdul Rahman Marine Park. Jika ingin bermalam, di sini sudah ada beberapa pilihan hotel, homestay, dan camping ground. Jika mau berenang juga sudah ada dive operator yang menyewakan semua alat diving dan snorkeling. Pantai di sini cukup ideal: pasir putih, berarus tenang, daratan yang cukup jauh dari pantai, banyak pohon kelapa, dan hutan yang lengkap dengan jalur trekking. Sayangnya, air di sini berwarna hijau turquoise, sehingga visibility di sini hanya 3 meter di siang hari! Katanya, sih, akibat polusi dari gunung Sinabung. Jadi rugi kan kalau mau diving

Pulau Manukan yang berair hijau akibat polusi Gunung Kinabalu

Pulau Manukan yang berair hijau akibat polusi Gunung Kinabalu

Di Pulau Gaya pun nggak jauh berbeda. Walaupun pantainya jauh lebih cakep, tapi airnya sama-sama berwarna hijau. Untungnya air di sini sedikit lebih bening daripada di Pulau Manukan. Yang menjadi highlight di sini adalah wreck diving di bekas peninggalan kapal perang Jepang yang lokasinya hanya 15 meter dari permukaan pantai.

Sayangnya, terumbu karang di kedua tempat ini kurang bervariasi dibandingkan dengan pantai-pantai di Indonesia. Buat yang terbiasa menyelam di pantai-pantai di Indonesia, mungkin alam bawah laut Pulau Manukan dan Gaya akan terasa biasa saja. Selama saya menyelam nggak ada tuh yang buat saya sampai ‘wow’ selama menyelam. 

Pulau Gaya

Pulau Gaya

Sore

Karena rencananya akan langsung kembali ke bandara, maka saya menaiki kapal yang menuju ke Pantai Tanjung Aru. Pantai Tanjung Aru ini berjarak hanya 10 menit dari terminal 2 bandara Kinabalu. Karena berada di pusat kota, ya wajarlah kalau pantainya ramai dan sedikit kotor. Airnya pun berwarna coklat dengan ombak yang lumayan besar. Walaupun begitu, sunset di sini termasuk salah satu yang terbaik diantara tempat-tempat lain di Kota kinabalu. kalau lapar, ada banyak penjual makanan di pinggir pantai. Lucunya, walaupun sebagai kota pantai, harga seafood di sini lumayan mahal dibandingkan di tempat lain. Apa karena terlalu touristy, ya?  

Anyway, karena waktu yang terbatas, saya nggak sempat ke tempat-tempat lain di Kota Kinabalu. Tempat-tempat yang saya kunjungi di atas bisa dibilang ‘biasa’ untuk ukuran orang Indonesia yang memiliki pantai yang lebih bagus. Jadi, masih mau berkunjung ke Kota Kinabalu? 😀            

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s