Faktor U Atau Gaji Kebanyakan?


IMG_3861

Awal semester saya kuliah, saya pernah naik bis ekonomi selama 28 jam dari Jakarta ke Bali. Tahun 2012 saya pernah naik sleeper bus tua selama 16 jam dari Ho Chi Minh ke Da’Nang. Satu tahun kemudian saya sukses dibikin mabok oleh kapal ferry dari Jepara ke Karimun Jawa selama 8 jam. Bahkan, saya pernah menginap berhari-hari di hostel super busuk di beberapa kota. Semuanya baik-baik aja tuh!

Tapi semua itu ketika saya masih muda dan gampang dibegoin (sekarang masih muda, kalo gampang dibegoinnya, sih, udah nggak!). And those days have been over. 

Beberapa hari yang lalu, saya baru saja kembali dari weekend trip di Bali. Sebelum keberangkatan, semuanya baik-baik saja. Bahkan saya tetap memilih pergi menggunakan tiket pesawat promo. Nah, ngomong-ngomong soal tiket pesawat promo ini, saya pernah sesekali mengeluh ke seorang teman saya:

‘Udah kerja, udah punya gaji, kenapa naiknya low cost carrier mulu, sih? Mana di kelas ekonomi pula’

‘Daripada ngumpulin duit buat bayar tiket pesawat full board nggak berangkat-berangkat, cuy!’

Oh iya bener juga!

Akhirnya saya tetap rela duduk di kelas ekonomi, toh hanya buat beberapa jam. Tapi tunggu dulu, drama ribet nggak berhenti di situ saja. Dimulai dengan packing. Packing yang dahulu hanya memakan waktu 10 sampai 15 menit, sekarang menjadi 45 menit! Dari baju apa saja yang harus dibawa, berapa kolor yang perlu diganti kalau nanti keringetan di pantai, sampai sepatu mana yang paling sesuai buat ke pantai. Padahal, ini hanyalah weekend trip ke pantai yang seharusnya sangat sederhana.

Setelah masalah packing, drama berlanjut setibanya saya di bandara. Pagi itu tiba-tiba perut saya terus bergejolak. Sampai-sampai saya harus bolak-balik ke toilet demi mengosongkan semua isi perut. Alhasil, selama penerbangan ke Bali perut saya kembung luar biasa, sekaligus lapar. Untungnya saya sudah memesan in-flight meal. Jadi, selama penerbangan saya tetap mendapat makanan. Tapi karena laper, saya bahkan nekat minta tambah ke cabin crew, plus susu coklat anget dan teh panas. Ealah!

AirAsia in-flight meal: Nasi Lemak Pak Nasser. Enak! :p

AirAsia in-flight meal: Nasi Lemak Pak Nasser. Enak! :p

Ngomong-ngomong soal jalan-jalan ke Bali, buat saya sudah seperti main ke rumah tetangga. Artinya, nggak ada persiapan istimewa, terutama soal penginapan. Namun pagi itu sedikit berbeda. Setibanya di Bandara Ngurah Rai, sembari menunggu dua teman saya, saya cemas luar biasa. Berkali-kali saya membuka semua aplikasi online booking di hp saya. Siapa tahu mendapat promo last minute booking. Soalnya, badan saya hari itu rasanya ingin diistirahatkan di kasur yang empuk, dengan bed cover tebal, dan AC yang dingin. Bahkan, jauh-jauh hari di Whatsapp Group saya sudah berikrar: Sampai di Bali gue mau mager di hotel! Muahahaha 😀

Tetapi karena ego kami yang masih yakin kami adalah pemuda yang tangguh dan perkasa, kami mulai melupakan hotel dengan AC super dingin dengan bed cover berbahan linen nan lembut. Kami tetap memilih tinggal di homestay ratusan ribu permalam dengan kipas angin yang kalau mau dingin harus dibantu doa dulu. Tak apalah, toh hanya satu malam. Perlahan-lahan kami pun mulai menghibur diri kami masing-masing, kalau lebih baik uang hotel dipakai untuk akivitas lainnya. Hanya semalam, hanya semalam, hanya semalam. Aaaaak nggak kuat gue!

‘Besok pindah ke hotel yang ada AC nya!’

‘Bintang tiga nggak papa deh, yang penting showernya ada air panasnya’

‘Haduh cek di website, deh, hotel A sama X berapa permalanya’

Dasar backpacker tuir 😀

Nggak hanya soal hotel, keluhan pun muncul menjelang pagi hari kami ingin keliling Pulau Dewata. Awalnya kami sepakat untuk menyewa sepeda motor demi menghemat ongkos. Namun, siang itu Bali sungguh panas. Saya yang hanya membawa kaos singlet pun sempat berpikir untuk membeli kaos di mall!  Untungnya saya masih mengurungkan niat saya itu. Malu, cuy, anak pantai takut item! 😀

Kembali ke soal motor. Dengan alasan panas, sempat terbesit untuk menyewa mobil saja. Namun sayangnya kami hanya bertiga, dan nggak ada satupun dari kami yang membawa SIM A. Daripada diciduk polisi, lebih baik kami merelakan kulit kami keling eksotis. Karena memutuskan berkeliling menggunakan sepeda motor, kami pun sepakat tempatnya jangan jauh-jauh dari hotel. Tempatnya itu pun tetap harus berpantai, sepi, ada kolam renangnya, ada tempat buat tiduran, dan bisa makan. Oh satu lagi, kalau harus bayar nggak papa deh, asalkan jangan mahal-mahal! Akhirnya kami memilih sebuah beach club kelas menengah ngehe yang pengunjungnya mayoritas bule tua yang sudah budhe-budhe (red tante-tante), dan aki-aki. Saking sepinya, nggak ada satupun bule ABG mabok bir bintang.

Masih senyum lebar, sebelum akhirnya menyesal mampus karena pulang jalan kaki ke hotel! :(

Masih senyum lebar, sebelum akhirnya nyesal karena pulang jalan kaki ke hotel! 😦

Sepulangnya kami dari pantai, kata-kata yang selalu terlontar dari setiap kami adalah: ‘hari terakhir gue mau massage’ ‘pijat enak nih’ ‘kampret betis gue mau meledak! Gue nggak mau jalan kaki lagi!!!’ Intinya selama weekend trip kami ke Bali, kami hanya ingin yang enak-enak, tapi tetep murah (lah?).

Saya jadi mikir, apakah ini yang disebut dengan faktor umur? Sehingga badan mulai berontak ketika diajak sengsara sedikit. Atau, karena masing-masing dari kami sudah berpenghasilan, sehingga merasa mampu buat bayar kenyamanan? Intinya, semakin ke sini, saya semakin manja ketika traveling. Ada yang gitu juga nggak sih? 😦

   

 

Advertisements

13 thoughts on “Faktor U Atau Gaji Kebanyakan?

  1. Kenyamanan memang mahal, tapi emang kalau udah agak berumur lebih pilih yang nyaman laaah. Kalau aku dulu pas muda ga masukin budget pijet selama jalan-jalan, sekarang masuk 😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s