Alila Villas Soori: Where The Broken Heart Goes


IMG_39

“Dijual voucher menginap di Alila Villas Soori, Bali. 2D1N. Interested? PM me”

Sebuah tweet yang kemudian diretweet oleh seseorang melintas di lini masa twitter saya. Awalnya, saya tidak memerdulikannya. Oh, Alila, oh resor mahal. Begitulah pikir saya, sambil meneruskan scrolling lini masa, berharap ada sesuatu yang menarik yang membuat saya sedikit tersenyum pagi itu. Pagi itu hati rasanya kelam betul. Untuk sekedar bangkit dari kasur saja membutuhkan perjuangan lebih. Bahkan gorden di kamar pun sengaja tidak saya buka. Biarlah kamar saya tetap gelap, toh tidak ada yang perlu saya lakukan hari itu.

Saya terus menatap layar handphone, berharap ada sebuah pesan Whatsapp yang masuk seperti hari-hari sebelumnya. “Sayang, nanti siang mau lunch bareng? Jemput ya.” Nihil. Tidak ada satupun pesan dari pacar yang masuk ke kotak pesan. Saya masih berusaha menolak kenyataan bahwa kami baru saja memutuskan hubungan kami. It’s OK! Everything wil be fine. Bentar lagi juga lupa. Ehe.

ANJIR TAPI GUE BARU AJA PUTUS! 😦

Ternyata memori lebih kuat dari ego yang berusaha melupakan. Entah mengapa semakin berusaha melupakan, semakin jelas memori-memori yang muncul. Belum lagi kenyataan bahwa hari-hari ke depan kami akan kembali ke kehidupan kami masing-masing. Sendiri. Tidak ada lagi bersama-sama untuk sekedar ngopi berdua. Nah, inilah fase yang dikatakan paling susah. Fase dari bersama-sama menjadi sendiri. Dimana kita harus membiasakan diri lagi melakukan apapun sendiri. Lebih tepatnya, sih, melatih diri lagi. Dari sini saya mulai tercetus ide, kenapa saya tidak pergi saja ke suatu tempat sendiri? Sembari melatih diri kembali, saya bisa merayakan sendiri dengan diri saya. Bagaimana kalau sebuah pantai? Umm, Villa di tepi pantai? Bali? Alila? HA! ALILA! Kembali saya cepat-cepat mencari tweet yang sempat saya abaikan tadi.

Tidak lama sebuah voucher menginap satu malam di Alila Villas Soori masuk ke kotak pesan elektronik saya. Setelah voucher berhasil saya beli – yang ternyata masa validnya tinggal beberapa minggu lagi – saya buru-buru memesan tiket ke Bali. Untungnya, tiket pesawat untuk weekend di waktu itu tidak begitu mahal. Sehingga, saya tidak memerlukan cuti hanya untuk mengobati hati yang terluka (tsah!).

‘Pak (gue dipanggil pak -_-), saya Nyoman dari Alila Soori, saya sudah sampai di terminal kedatangan.

Ha? Cepat betul, pikir saya. Saat itu bahkan saya masih menunggu di ruang boarding Bandara Adi Sucipto Yogyakarta. Ah tak apalah, lebih baik datang lebih awal, daripada tamu menunggu, kan? ‘AirAsia Jogja-Denpasar, ya Pak. Saya tiba jam 10. Terima kasih sudah menjemput.’ Tutup saya.

Dijemput be like:

Dijemput be like:

Setibanya saya di Bandara Ngurah Rai, saya langsung berkenalan dengan Pak Nyoman yang ternyata sosoknya sangat menyenangkan. Sepanjang perjalanan dari Bandara Ngurah Rai ke Tabanan, yang menjadi lokasi Alila Villas Soori, beliau terus bercerita tentang selebriti-selebriti dunia yang pernah beliau antarkan, nikahan artis paling hits di Alila Villas Soori, sampai rencana reklamasi di teluk Bali.

Dari Bandara Ngurah Rai ke Alila Villas Soori membutuhkan waktu 90 menit menggunakan mobil pribadi. Cukup jauh memang. Tapi kalau ingin lebih cepat, Alila Villas Soori menyediakan layanan fly me to the west, di mana tamu akan dijemput menggunakan helikopter pribadi dari Bandara Ngurah Rai ke Alila Villas Soori. Tetapi karena saya bukan keturunan Sultan Hasanal Boolkiah, dan pastilah harganya ngajak miskin banget, tentu saja saya tidak memilih layanan tersebut.

IMG_038

One-bed ocean pool villa

Di dalam voucher saya tertulis ‘Ocean Pool Villa’  yang artinya saya akan menginap di kamar yang berhadapan langsung dengan pantai. Saya langsung membayangkan sebuah kamar dengan kolam renang pribadi dengan pemandangan pantai. Woho! Saya langsung bersemangat setibanya saya di Alila Villa Soori yang ternyata luas banget! Ternyata tidak hanya Ocean Pool Villa, Allila Villas Soori juga memiliki Terrace Pool Villa yang berhadapan dengan sawah. Kedua-duanya memiliki karekter yang berbeda-beda, dan tentu saja luar biasa cakep!

IMG_034

Dari awal masuk ke Alila Villa Soori saya sudah dibuat tercengang dengan konsep arstekturnya yang menggabungkan gaya Bali dan modern. Semua dibangun secara pas dan asri dengan banyak tanaman di sekitar villa yang membuat villa seakan-akan menyembul dari bawah tanah. Dari ulasan yang saya baca, Alila Villa Soori ini ketika dibangun menggunakan konsep Zen. Sehingga, setiap tamu yang menginap akan merasakan keseimbangan, kedamaian, dan ketenangan. Cocok lah buat saya yang sedang patah hati 😀

IMG_037

Ketika masuk ke dalam villa, saya kembali dibuat tercengang. Alila Villa Soori betul-betul memerhatikan hal detail dan rasa personal. Dimulai dari welcoming note yang tertulis dengan nama pengunjung sampai toiletries berkelas home spa yang sudah tertata cantik di dalam villa! Nah yang unik, setiap villa di Alila Villa Soori memiliki karakter yang berbeda-beda, tergantung letak dan landscape dari villa tersebut. Sehingga jangan heran kalau satu villa dengan villa yang lainnya memiliki desain yang berbeda. Belum lagi layanan koki pribadi untuk tipe villa tertentu. Dimasakin secara pribadi, cuy 

Bukibuk pengin bawain pulang ngak sih?! :D

Bukibuk pengin bawain pulang nggak sih?! 😀

Untuk fasilitas, di dalam villa saya terdapat tv flatscreen, Apple tv yang sudah siap pakai, bar mini, kulkas yang sudah terisi dengan beberapa minuman, dan mesin pembuat esspreso. Kamar mandinya pun memiliki bathtube yang cukup besar, lengkap dengan produk home spa. Duh, ini sih mau snorkeling di bathtube pun bisa!

IMG_3983

Dari dalam villa ke kolam renang dipisahkan oleh sebuah pintu kaca. Ketika saya membuka pintu kaca ini, saya langsung berdecak kagum. Bayangkan, Sebuah infinity pool mini dengan airnya yang berwarna turquois dan pantai berpasir hitam dengan ombaknya yang tenang membentang di depan saya. Di samping pool terdapat bungalow kecil dengan kursi malas yang bisa digunakan untuk bersantai sambil mimi-mimi lucu setelah berenang. Ah asiknya!

IMG_030

Nah, kalau belum puas dengan pool di dalam villa, pengunjung bisa memanfaatkan kolam renang utama yang letaknya di dekat lobby. Dari sini pengunjung dapat menikmati sunset dari Kolam renangnya sambil menikmati cocktail di Ombak Resturant yang berkonsep beach bar. Tips kalau ingin bersantai di restauran Ombak, datanglah ketika malam, karena suasananya yang sunyi dengan suara ombak dan nuasa lampunya yang redup membuat suasana di sekitar pool benar-benar romantis. *Romantis, kalau punya pasangan, sih*

The Ombak Restaurant

The Ombak Restaurant

Kedamaian dan kenyamanan Alila Soori cukup membuat saya menyepi dari bisingnya memori yang enggan pergi selama beberapa hari terakhir. Sembari berkontemplasi, saya berusaha memahami makna nyaman, seperti yang sedang saya rasakan sekarang. Nyaman sering kita asosiakan dengan ‘rumah’. Rumah yang kita selalu anggap nyaman, ternyata bukan rumah yang dimaksudkan untuk kita untuk terus pulang.

Mungkin nanti saya akan menemukan rumah yang justru jauh dari yang saya anggap rumah itu sendiri.

Putus, mz? :(

Putus, mz? 😦

Advertisements

6 thoughts on “Alila Villas Soori: Where The Broken Heart Goes

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s