Cara Cepat Mendapat Promo Tiket Pesawat


Kok bisa dapat (tiket pesawat) segitu, sih??’ Pertanyaan yang selalu saya dengar ketika saya membeli tiket promo pesawat. Sebenarnya saya bukan lagi hard-hunter ketika ada promo dari suatu maskapai. Selain kapok setelah menghanguskan tiket returned Kuala Lumpur – Amsterdam tahun lalu, jadwal libur yang susah ditebak setelah bekerja kantoran menjadi alasan lain. Seperti yang kita tahu, maskapai akan menjual tiket promo dengan jadwal terbang yang cukup lama dari jadwal pembelian. Artinya, bisa saja kita membeli tiket tahun ini, tapi baru bisa terbang tahun depan. Nah, hal ini lah yang membuat kurang cocok untuk para pegawai. Kalau pegawai kantoran, sih, bisa mengajukan cuti jauh-jauh hari (itu pun kalau cutinya di approve, ehe). Kalau yang bekerja di bidang pendidikan seperti saya, jadwal libur pun harus menyesuaikan dengan jadwal libur anak sekolah yang jatuhnya pada bulan Juni. Sialnya bulan Juni adalah peak season untuk maskapai. Alhasil, harga tiketnya pun nggak promo-promo amat. *kray*

Ngomong-ngomong soal tiket promo, prestasi tiket termurah yang pernah saya beli adalah rute Jakarta – Kuala Lumpur menggunakan Air Asia di tahun 2013 dengan harga 45 ribu saja! Bahkan di tahun yang sama, saya pernah mendapat tiket dengan rute Jogja – Denpasar dengan harga 250 ribu PP. Semuanya sirna semenjak dikeluarkan Peraturan Menteri Transportasi yang mengatur tarif batas bawah harga tiket pesawat tahun 2015 lalu, yang mengatur tarif kelas ekonomi harus serendah-rendahnya 30% dari harga tiket termahal. Belum lagi dampak nilai tukar Rupiah terhadap Dollar yang terus merosot akhir-akhir ini. Dampaknya, harga tiket promo penerbangan domestik sudah tidak heboh-heboh amat. Cara untuk mengakali, ya, harus rajin-rajin cek website airline kalau mau mendapat tiket promo.   

Lalu, bagaimana kalau tidak ada waktu buat cek website setiap maskapai? Tenang, coba ini!

Travel Fair

1426406airasia-travel-fair780x390

via

http://travel.kompas.com

Selain menjual melalui website biasanya maskapai-maskapai ini juga mengadakan travel fair di hotel-hotel atau mall-mall di kota-kota besar. Travel fair ini biasanya ada yang gabungan antar maskapai dan agen perjalanan (yang biasanya ada best deal untuk tour dan hotelnya sekaligus) dan mandiri. Kalau saya pribadi, sih, lebih suka ke travel fair yang gabungan antar maskapai karena opsi maskapai dan rutenya yang lebih bervariasi. Di setiap travel fair biasanya ada hot deal ke destinasi-destinasi tertentu. Biasanya promo yang ditawarkan di travel fair tidak ditawarkan di website.

Tips: Bagi pemegang kartu kredit bank yang berafeliasi dengan maskapai, biasanya ada fasilitas tambahan berupa miles point, convenience service,  sampai gratis upgrade kelas! Hint: BCA untuk Garuda Indonesi, dan CIMB untuk AirAsia Indonesia maupun X.

Berlangganan Newsletter

cathay-pacific-25-may-2012

Menurut saya ini adalah cara yang paling mudah. Tinggal masuk saja ke website airline yang kita mau, terus log in dan pilih berlangganan. Buat sebagian orang, berlangganan koran dari maskapai memang cukup menjengkelkan, karena pesan di email pun akan dipenuhi ‘sampah’ penawaran. Tapi dari sini,  saya malah beberapa kali pernah mendapat promo tiket murah dari Jetstar dan Garuda Indonesia dari koran elektrik ini. Bahkan, seperti Jetstar, pernah menawarkan promo 24 jam lebih awal buat para subscribers sebelum harganya resmi di luncurkan untuk publik. Lumayan kan! 😀

Aplikasi

Saya menggunakan aplikasi jika sedang ingin membandingkan harga tiket antar maskapai. Terlebih jika saya harus terbang ke jalur ‘non-komersil’ atau peak season. Aplikasi ternyata sangat membantu loh! Karena mereka mengkurasi semua harga dari laman maskapai. Beberapa aplikasi juga sekaligus menawarkan pembayaran menggunakan third party. 

Aplikasi yang paling sering saya gunakan untuk membandingkan tiket antar maskapai adalah skyscanner. Walaupun sudah banyak aplikasi travel yang sifatnya sama, yaitu mengkurasi tiket pesawat. Namun buat saya, skyscanner lah yang masih travel friendy. Selain bisa mencari harga tiket temurah dengan melihat grafik per hari hingga per bulan, sampai notifikasi pengingat jika jalur yang kita pilih sedang turun harga. Berapa kali saya menggunakan layanan pengingat ini, lumayan, loh, jika jadwal terbang kita tidak terburu-buru amat.

Cari selain long-haul

Ini pengalaman pribadi ketika ke Eropa kemarin. Jadi, saya membandingkan tiket penerbangan long haul dari Jakara ke Amsterdam dengan transit di Dubai dengan pembelian terpisah Jakarta – Doha, Doha – Amsterdam. Ternyata, pembelian dengan cara terpisah jauh lebih murah. Saat itu, tiket Jakarta – Amsterdam dengan menggunakan maskapai full service hampir mencapai 15 juta untuk sekali jalan. Sementara tiket Jakarta – Doha hanya 3 jutaan, dan Doha-Amsterdam hanya 2 jutaan saja! Intinya jangan terpatok dengan long haul. Karena biasanya rute yang dibeli secara terpisah malah sedang promo yang tidak diperoleh di jalur long haul.

Berangkat bukan dari negara asal

img_0239

Contoh pemilihan rute dari Kuala Lumpur

Pengalaman ini gara-gara beberapa kali membeli tiket Qatar dari Kuala Lumpur. Jika dibandingkan dengan membeli tiket dengan rute Jakarta ke negara-negara di Eropa dengan maskapai Qatar, harga yang harus dibayar ternyata jauh lebih mahal daripada dari Kuala Lumpur. Kenapa bisa demikian? Toh, maskapainya sama. Jawabanya, hukum ekonomi! Bisa jadi rute KUL memang sedang menawarkan promo, dibanding rute CGK.

                        

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s