Liburan Bareng Murid

IMG_3509Masih ingat pertama kali studi wisata ketika jaman sekolah? Kalau kalian tahunya Karya Wisata, ketebaklah umur kalian berapa! Pengalaman studi wisata yang paling saya ingat itu ketika saya duduk di kelas dua SMA. Tujuan sekolah kami setiap tahun selalu sama yaitu, Bali. Layaknya Bali nggak ada tempat lain, tujuan kami di Bali pun juga selalu sama setiap tahunnya: Monkey Forest, Pasar Seni Sukawati, Museum Subak, Joger (yang bahkan nggak pernah saya kunjungi lagi sekarang), dan Pantai Kuta. Sebelum berangkat kami diberi tugas oleh masing-masing guru mata pelajaran. Sesampainya di tempat-tempat tadi, kami harus mengerjakan tugas yang diberikan oleh para guru. Dari semua tugas yang diberikan, tugas yang paling memalukan menurut saya adalah wawancara turis asing. Gara-gara tugas ini saya harus gangguin bule yang lagi sunbathing¬†di Pantai Kuta demi saya wawancarai. Untungnya si bule baik banget menjawab pertanyaan demi pertanyaan dari saya. Padahal, bahasa Inggris saya waktu itu masih ala kadarnya. Maafkeun ūüė¶

Continue reading

Turis (Ilegal) di Borobudur

IMG_026

*Declaimer: cerita ini hanya bersifat sharing bukan untuk ditiru. 

14 November 2015 Рsatu minggu sebelum keberangkatan. 

Di suatu siang yang biasa-biasa saja, sebuah pesan singkat masuk ke whatsapp saya. Sebuah pesan dari Thomas, seorang teman asal Belanda yang saya kenal ketika tinggal sebulan di Ubud.

‘Most temple guards who work under UNESCO are not well-paid’¬†

‘A late-night guard most likely smokes cigar. A pack of Marlboro will probably do’

Continue reading

Tenun Sehat Dari Tenganan

IMG_37

Kalau¬†yang warna merah dibuat dari darah manusia.”

“HA?!”¬†Saya terperanjat kaget.

Hi hi hi hanya bercanda. Itu cara nenek moyang kami menjaga tenun Gringsing agar tidak ditiru.”¬†¬†¬†

Begitulah kata Ni Komang Sukmawati, wanita asal Desa Tenganan yang sekaligus pengerajin tenun Gringsing. Memang konon kabarnya, tenun Gringsing tidak boleh dijual di luar desa Tenganan, karena takut ditiru. Sehingga para tetua Tenganan menyebarkan berita tentang warna merah yang terbuat dari darah manusia tersebut. Akibatnya, tenun Gringsing tidak seterkenal tenun-tenun lainnya di Indonesia. Hingga baru-baru ini tenun Gringsing diperkenalkan oleh pemerintah daerah dan Menteri Pariwisata sebagai salah satu tenun asal Bali.

Continue reading

Liburan di ‘Rumah’

Buat saya jalan-jalan itu ada dua macam: traveling bikin capek dan traveling malas-malasan. Karena seharian itu saya sudah keliling Yogyakarta, Gunung Kidul, dan Wonosari, di hari berikutnya saya ingin traveling dengan gaya santai. Artinya saya cuma pengin makan, tidur, makan, tidur, dan seterusnya. Kalau mau jalan-jalan pun nggak perlu yang full day traveling. Pokoknya traveling yang nggak bikin capek, lah. Malah saya berencana liburan empat hari saya di Jogja ini, saya khususkan untuk liburan di hotel! Toh, saya belum pernah tuh liburan di hotel sampai berhari-hari.

Continue reading

Sebulan di Ubud: Ini yang Saya Bayar!

IMG_335

Saya sebenarnya sudah jatuh cinta dengan Ubud sejak tiga tahun terakhir. Walapun akhir-akhir ini Ubud jauh lebih ramai dari Ubud yang pernah saya kunjungi tiga tahun lalu, tetap saja Ubud selalu istimewa buat saya. Sejak munculnya film Eat, Pray, Love¬†yang dibintangi oleh Julia Roberts, Ubud memang sedikit ‘lebay’.¬†Banyak turis yang akhirnya terobsesi oleh kehidupan Liz Gilbert – tokoh utama di film Eat, Pray, Love – yang dikisahkan sedang patah hati kemudian mencari cinta di Ubud dengan mengunjungi dukun tradisional Bali. Doi diramal akan papasan dengan seorang pria yang menabrak dia ketika naik sepeda keliling sawah di Ubud. Singkat cerita si Liz ini jatuh cinta dengan si cowok yang manabrak dia. *ehe drama banget, ya!* Dampaknya? Semua dukun dan terapis akhirnya menamakan dirinya sebagai healer, bahkan beberapa sudah mendirikan tempat praktek! Harganya jangan ditanya, untuk beberapa menit konsultasi bisa ratusan ribu rupiah. Hotel dan resort berbintang pun berlomba-lomba menyediakan tempat untuk meditasi dan Yoga. Semakin letak hotelnya berdekatan dengan sawah, semakin mahal harganya. Belum lagi kafe-kafe bertema hippies yang semakin norak interiornya semakin ramai, mulai bertebaran di mana-mana.

Continue reading

Kota Kinabalu Dalam Sehari

Setiap kali mendengar Kota Kinabalu yang terpikir adalah Gunung Kinabalu yang masih aktif. Yup! Buat sebagian orang, berkunjung ke Kota Kinabalu tujuan utamanya untuk trekking di Gunung Kinabalu. Bahkan sebelum saya berangkat, seorang teman sempat bertanya ‘ngapain lo ke Kota Kinabalu, mau naik gunung? Emang kuat?’¬†Sialan!¬†Saking tingginya minat wisatawan untuk¬†trekking, membuat¬†hampir semua agen perjalanan di pusat kota Kinabalu menjual paket trekking¬†di Gunung Kinabalu.¬†Kerena saya bukan anak gunung, tentu saja tujuan saya ke Kota Kinabalu bukan untuk¬†trekking,¬†melainkan pantai.

Continue reading