Mahalnya Kamboja

IMG_365

Taksi mengantarkan kami ke sebuah guest house berlantai dua bergaya Amerika Latin. Dari luar, guest house nampak teduh dengan tamannya yang luas. Sementara dari samping terlihat Sungai Kampot yang membentang memisahkan sisi selatan Kamboja dengan Pusat Kota Kampot. Saya dan teman saya diturunkan persis di depan pintu masuk guest house. Halo, welcome to Mea Culpa‘ seorang staff guest house menyambut kedatangan kami dari meja resepsionis. Setelah sedikit bercakap-cakap tentang tujuan kami di Kampot, staff resepsionis langsung meminta kami untuk membayar tarif untuk dua malam.

Two nights, double room, 65 Dollar’ Waks! Kami kaget dengan harga yang harus kami bayar. Karena dari situs pemesanan Agoda, guest house ini hanya 15 Dollar saja permalamnya.

Continue reading

Ngiri sama pariwisata Malaysia

Salah satu promosi wisata Malaysia source: http://www.tourism.gov.my

Salah satu promosi wisata Malaysia
source: http://www.tourism.gov.my

Terserah kalo di post ini saya mau dikatain kurang nasionalis atau apalah, tapi akhir-akhir ini saya memang ngiri berat sama kualitas pariwisata Malaysia. Dulu ketika Thailand mempromosikan pariwisata barunya yang berupa pantai dan wisata belanja, saya masih bisa terima karena negara itu memang sudah sangat baik direncanakan pariwisatanya dengan mengundang para pengusaha asing untuk membangun infrastruktur pariwisata. Siapa bilang pantai-pantai di Koh Samui lebih bagus daripada di Indonesia? Ah nggak juga. Cuma, cara mereka mempromosikan pantai mereka jauh lebih baik dari kita. Saya berani taruhan, pantai-pantai di Phuket masih kalah bagus dengan pantai-pantai kita di Pulau Weh. Dan Alam bawah lautnya masih kalah dengan Derawan dan Raja Ampat. Tapi, akses untuk mencapai ke pantai-pantai mereka jauh lebih baik. Tinggal selonjoran udah nyampe di pantai yang kita mau tanpa harus susah-susah browsing akomodasi kesana.

Continue reading