Tanah Beru: Tanahnya Para Pelaut

IMG_352.jpg

Yang mendasari perjalanan ini sebenarnya sederhana, demi menjawab pertanyaan ketika SD: apakah betul nenek moyang kita seorang pelaut? Seperti dalam lagu yang liriknya kira-kira berbunyi:

nenek moyangku orang pelaut
gemar mengarung luas samudra
menerjang ombak tiada takut
menempuh badai sudah biasa

Jika ditelaah lebih jauh, lagu itu bercerita tentang nenek moyang orang Indonesia yang konon katanya gemar melaut. Untunglah, jaman dulu belum ada twitter. Jika sudah ada, apakah nenek moyang kita tetap gemar melaut daripada twitwar? Tsaaah.  

Continue reading

Advertisements

Mahalnya Kamboja

IMG_365

Taksi mengantarkan kami ke sebuah guest house berlantai dua bergaya Amerika Latin. Dari luar, guest house nampak teduh dengan tamannya yang luas. Sementara dari samping terlihat Sungai Kampot yang membentang memisahkan sisi selatan Kamboja dengan Pusat Kota Kampot. Saya dan teman saya diturunkan persis di depan pintu masuk guest house. Halo, welcome to Mea Culpa‘ seorang staff guest house menyambut kedatangan kami dari meja resepsionis. Setelah sedikit bercakap-cakap tentang tujuan kami di Kampot, staff resepsionis langsung meminta kami untuk membayar tarif untuk dua malam.

Two nights, double room, 65 Dollar’ Waks! Kami kaget dengan harga yang harus kami bayar. Karena dari situs pemesanan Agoda, guest house ini hanya 15 Dollar saja permalamnya.

Continue reading

Alila Villas Soori: Where The Broken Heart Goes

IMG_39

“Dijual voucher menginap di Alila Villas Soori, Bali. 2D1N. Interested? PM me”

Sebuah tweet yang kemudian diretweet oleh seseorang melintas di lini masa twitter saya. Awalnya, saya tidak memerdulikannya. Oh, Alila, oh resor mahal. Begitulah pikir saya, sambil meneruskan scrolling lini masa, berharap ada sesuatu yang menarik yang membuat saya sedikit tersenyum pagi itu. Pagi itu hati rasanya kelam betul. Untuk sekedar bangkit dari kasur saja membutuhkan perjuangan lebih. Bahkan gorden di kamar pun sengaja tidak saya buka. Biarlah kamar saya tetap gelap, toh tidak ada yang perlu saya lakukan hari itu.

Continue reading

Hotel Tarif Hostel [ads]

 

kuta-pic03Sekarang siapa sih yang nggak mau jalan-jalan murah? Semenjak adanya low cost carrier semakin banyak orang traveling dengan budget minim. Ditambah lagi menjamurnya hotel bertarif rendah yang semakin menggantikan posisi hostel. Ingatkan perbedaan hotel sama hostel? Yang cuma beda huruf ‘s’ sama ‘t’ tapi harganya bisa berbeda 10 kali lipat. Namun sayangnya banyak banget hotel murah yang kurang bisa dipercaya. Jadi wajar jika kita merasa was-was buat booking online. Takut kalo hotelnya tidak sesuai dengan gambar di web atau takut kalo hotelnya hotel ‘siluman’, hotel yang alamatnya palsu. Dih serem abis! Belum lagi, banyak hotel murah yang menerapkan hidden charge atau biaya tambahan yang tidak tertera di web atau brosure.

Continue reading

35 tanda anda kebanyakan traveling

83598723Hmmm, dari judulnya agak sombong ya? Tapi disini saya nggak bermaksud menyombongkan diri tapi ini berdasarkan pengalaman saya akhir-akhir ini.

  1. Pulang traveling? Saatnya cari tempat baru. Artinya kalian nggak bisa berhenti merencanakan perjalanan berikutnya
  2. Setiap teman telfon, BBM, kirim email, whatsapp, atau dm twitter selalu nanya “Kamu lagi di bagian dunia sebelah mana?” 
  3. Jarang memberi tahu temen tujuan traveling berikutnya, tau-tau udah di tempat lain
  4. Di hp ada banyak aplikasi traveling dari peta sampai money converter 
  5. Isi inbox email kebanyakan booking an hotel, tiket pesawat, dan tiket kereta Continue reading

Dari kalajengking sampai embrio bebek

Kalajengking, larva' laba-laba, dan embrio bebek

Salah satu post yang bisa dihemat ketika traveling adalah makan. Sudah menjadi kebiasaan buat seorang backpacker buat jajan makanan di pinggir jalan. Selain murah, rasanya masih bisa diterima oleh lidah. Nah masalahnya, bagaimana kalo sedang traveling di negara yang nggak kita kenal makanannya? Kalo di negara sendiri sih, aman-aman saja mau jajan sembarangan di pinggir jalan, karena kita tahu apa saja yang ada di makanan itu. Nah, yang disebut jajanan pinggir jalan di sini itu sekelas hawkers yang jualannya di gerobak atau tenda atau lesehan di pinggir jalan. Pokoknya nggak masuk ke gedung restoran (walaupun restorannya di pinggir jalan, ya!).

Continue reading

Ngiri sama pariwisata Malaysia

Salah satu promosi wisata Malaysia source: http://www.tourism.gov.my

Salah satu promosi wisata Malaysia
source: http://www.tourism.gov.my

Terserah kalo di post ini saya mau dikatain kurang nasionalis atau apalah, tapi akhir-akhir ini saya memang ngiri berat sama kualitas pariwisata Malaysia. Dulu ketika Thailand mempromosikan pariwisata barunya yang berupa pantai dan wisata belanja, saya masih bisa terima karena negara itu memang sudah sangat baik direncanakan pariwisatanya dengan mengundang para pengusaha asing untuk membangun infrastruktur pariwisata. Siapa bilang pantai-pantai di Koh Samui lebih bagus daripada di Indonesia? Ah nggak juga. Cuma, cara mereka mempromosikan pantai mereka jauh lebih baik dari kita. Saya berani taruhan, pantai-pantai di Phuket masih kalah bagus dengan pantai-pantai kita di Pulau Weh. Dan Alam bawah lautnya masih kalah dengan Derawan dan Raja Ampat. Tapi, akses untuk mencapai ke pantai-pantai mereka jauh lebih baik. Tinggal selonjoran udah nyampe di pantai yang kita mau tanpa harus susah-susah browsing akomodasi kesana.

Continue reading